Timnas Indonesia Bungkam Oman 3-0: Tanda Kebangkitan di Bawah John Herdman?
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia menaklukkan Oman 3-0 dalam laga FIFA Matchday di SUGBK, dengan gol dari Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen.
- Pelatih John Herdman mulai membangun identitas permainan kolektif, mengurangi ketergantungan pada individu, namun masih ada celah pertahanan yang perlu diperbaiki.
- Debut Mathew Baker (17 tahun) dan kembalinya Saddil Ramdani menjadi sorotan positif, sementara laga berikutnya melawan Mozambik akan menjadi ujian konsistensi.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7850682/original/021382300_1780673642-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-11.jpg.jpeg)
Timnas Indonesia sukses membungkam Oman dengan skor telak 3-0 dalam laga FIFA Matchday yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (5/6/2026) malam WIB. Kemenangan ini bukan sekadar angka, melainkan sinyal bahwa skuad Garuda mulai menemukan ritme permainan di bawah arahan pelatih John Herdman.
Tiga gol kemenangan dicetak oleh Justin Hubner (12'), Ole Romeny (26'), dan Ragnar Oratmangoen (55'). Hasil ini menjadi modal berharga menjelang laga uji coba berikutnya melawan Mozambik pada 9 Juni 2026. Namun, di balik keunggulan yang meyakinkan, masih ada sejumlah catatan yang perlu dibenahi.
John Herdman, yang baru memimpin tiga pertandingan, perlahan menanamkan filosofi permainan yang lebih terstruktur. Jika pada dua laga awal di FIFA Series 2026 tim masih terlihat kaku, kini transisi dari bertahan ke menyerang berjalan lebih rapi. Jarak antarlini terjaga, dan umpan-umpan pendek mulai mendominasi. Data mencatat Indonesia menguasai bola 58 persen dengan 526 operan, 466 di antaranya akurat—jauh di atas Oman yang hanya mencatat 424 operan.
Meski dominan dalam penguasaan, Oman justru mencatat lebih banyak percobaan tembakan (13 berbanding 10). Ini menunjukkan lini pertahanan Indonesia masih menyisakan celah yang bisa dimanfaatkan lawan. Herdman sendiri mengakui hal tersebut. “Kami membuat pertandingan ini lebih sulit daripada yang seharusnya. Namun secara keseluruhan, saya merasa kami cukup nyaman mengendalikan laga,” ujarnya usai pertandingan.
Fleksibilitas taktik menjadi nilai tambah. Di babak kedua, Herdman berani menggeser Calvin Verdonk ke sayap kanan menggantikan Beckham Putra, sebuah eksperimen yang berjalan efektif. Keputusan lain yang patut diapresiasi adalah memberikan debut kepada Mathew Baker, bek berusia 17 tahun berdarah Indonesia-Australia. Meski hanya tampil beberapa menit, Baker menunjukkan ketenangan yang menjanjikan. Dony Tri Pamungkas juga mendapat kesempatan dan nyaris mencetak gol lewat tembakan keras yang memaksa kiper Oman melakukan penyelamatan.
Selain pemain muda, Herdman juga menghadirkan kembali wajah lama yang sempat absen. Setelah Elkan Baggott, kini Saddil Ramdani kembali berseragam Garuda setelah cukup lama tidak dipanggil. Kehadirannya menambah opsi di lini tengah dan sayap.
Kemenangan ini menjadi suntikan moral, namun pekerjaan rumah masih menumpuk. Menghadapi Mozambik, Indonesia dituntut lebih efisien dalam memanfaatkan peluang dan menutup ruang bagi lawan. Jika Herdman mampu mempertahankan konsistensi, bukan tidak mungkin Timnas Indonesia akan menjadi kekuatan yang diperhitungkan di kancah Asia.



