Iran Dapat Visa untuk Piala Dunia 2026, Tensi AS-Tehran Belum Reda
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah AS akhirnya mengeluarkan visa bagi pemain timnas Iran untuk bertanding di Piala Dunia 2026, hanya sepuluh hari sebelum laga perdana.
- Ketegangan perang antara Iran dan AS mewarnai partisipasi Iran, menjadikan Piala Dunia ini ajang geopolitik pertama yang mempertemukan tuan rumah dan negara lawan.
- Sebagian staf teknis Iran masih belum mendapat visa, sementara ketua federasi yang berlatar militer dilarang masuk AS, memicu pergeseran markas tim ke Meksiko.
Pemerintah Amerika Serikat akhirnya memberikan visa kepada para pemain tim nasional sepak bola Iran untuk memasuki wilayahnya, hanya sepuluh hari sebelum laga perdana mereka di Piala Dunia 2026. Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi kepada Reuters pada Jumat (5/6) bahwa visa telah diterbitkan setelah sempat tertunda, di tengah konflik bersenjata yang masih berlangsung antara Washington dan Teheran.
Keputusan ini keluar setelah Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh, pada Kamis malam menyatakan bahwa skuad Iran belum menerima visa AS. Namun, dalam semalam, visa tersebut akhirnya disetujui. Meski demikian, kantor berita semi-resmi Fars melaporkan bahwa visa untuk sebagian staf teknis dan administratif tim belum juga dikeluarkan, dan Kedutaan Besar AS diyakini masih menahan penerbitannya.
Perang Iran-AS telah mengubah Piala Dunia—ajang olahraga terbesar di dunia—menjadi panggung politik. Untuk pertama kalinya dalam sejarah turnamen sejak 1930, negara tuan rumah menerima kehadiran tim dari negara yang sedang berperang dengannya. Iran pun memindahkan markas latihan dari Arizona ke Tijuana, Meksiko, sebagai respons atas masalah visa dan kekhawatiran bahwa kehadiran tim di AS harus diminimalkan.
Iran dijadwalkan mendarat di Tijuana pada Minggu pagi, sebelum bertanding melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni dalam Grup G. Mereka juga akan menghadapi Belgia dan Mesir di Seattle. Namun, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio telah menegaskan bahwa Washington tidak akan mengizinkan individu yang terkait dengan Garda Revolusi Islam—cabang militer berpengaruh Iran—untuk menjadi bagian dari delegasi Piala Dunia. Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, yang merupakan mantan komandan Garda Revolusi, sebelumnya ditolak masuk AS saat undian turnamen di Washington pada Desember lalu.
Menurut Pasandideh, keinginan Iran untuk tetap berkompetisi di Piala Dunia mencerminkan upaya Teheran mencari resolusi damai. "Partisipasi Iran di Piala Dunia—bahkan di tanah yang dianggap musuh—menunjukkan bahwa Iran menginginkan perdamaian," ujarnya melalui penerjemah bahasa Spanyol di kedutaan Iran di Mexico City. Namun, pembicaraan damai antara Iran dan AS berjalan lambat, dengan kedua pihak masih saling melancarkan serangan militer sambil merintis kesepakatan sementara.
Bagi Indonesia, dinamika ini relevan mengingat posisi Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar dan hubungan diplomatik yang seimbang dengan kedua negara. Ketegangan AS-Iran kerap memengaruhi harga minyak dan stabilitas kawasan Timur Tengah, yang berdampak pada ekonomi Indonesia. Selain itu, Piala Dunia 2026 yang digelar di AS, Meksiko, dan Kanada menjadi ajang bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia untuk mengamati bagaimana politik dan olahraga saling jalin-menjalin.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah AS akan memblokir seluruh staf Iran yang terkait Garda Revolusi, dan bagaimana respons Iran jika hal itu terjadi. Dengan hanya sepuluh hari menuju laga perdana, waktu menjadi faktor krusial. Apakah Piala Dunia ini akan menjadi katalis perdamaian atau justru memperdalam jurang permusuhan?


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8049200/original/055482900_1780892506-Prediksi_Indonesia_Vs_Mozambik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8163337/original/062235700_1781018081-InShot_20260609_221323602.jpg.jpeg)