Ganjar Anggap Wajar Kaesang Maju di Dapil Puan, Jawa Tengah Tetap 'Kandang Banteng'
Baca dalam 60 detik
- Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menyatakan dukungannya terhadap hak politik Kaesang Pangarep yang akan bertarung di daerah pemilihan yang sama dengan Puan Maharani pada Pemilu 2029.
- Ganjar menegaskan langkah Kaesang bukan bentuk tantangan bagi PDIP, mengingat Jawa Tengah masih dianggap sebagai basis kuat partai berlambang banteng tersebut.
- Keputusan Kaesang maju dari Dapil V Jawa Tengah berpotensi mengubah peta persaingan politik di wilayah Solo Raya, namun Ganjar tetap optimistis elektabilitas PDIP tak tergoyahkan.

Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo menyatakan tidak mempermasalahkan langkah Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yang mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengahโdaerah yang sama dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Menurut Ganjar, setiap warga negara berhak memanfaatkan hak politiknya selama dijamin undang-undang.
"Ya harusnya masyarakat punya hak, dan negara melindungi hak turut serta dalam pemerintahan, jadi siapa pun boleh," ujar Ganjar di Gedung DPP PDIP, Jakarta Pusat, Minggu (26/7). Pernyataan ini sekaligus merespons pengumuman Kaesang yang disampaikan di Solo, Jawa Tengah, sehari sebelumnya. Kaesang menegaskan akan "membersamai" kader PSI di Dapil yang meliputi Kota Surakarta, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali.
Ganjar menolak anggapan bahwa pencalonan Kaesang merupakan tantangan bagi PDIP. Menurutnya, kontestasi politik adalah hal biasa. "Orang nyalon kok nantang? Kamu juga nyalonin boleh-boleh saja. Semuanya boleh. Saya masih yakin (Jawa Tengah) kandang banteng," kata mantan Gubernur Jawa Tengah itu. Keyakinan ini merujuk pada catatan historis PDIP yang selalu mendominasi perolehan suara di provinsi tersebut, termasuk kemenangan telak pada Pemilu 2019.
Namun, langkah putra bungsu Presiden Joko Widodo ini tetap menyedot perhatian karena ia adalah ketua umum partai yang relatif baru, PSI. Kaesang yang dikenal memiliki basis pengikut di media sosial dinilai mampu menggerakkan suara anak muda. Meski begitu, Ganjar menilai popularitas Kaesang belum tentu mampu menggeser loyalitas pemilih tradisional PDIP di Jawa Tengah. "Biar publik yang menilai. Yang jelas, PDIP tetap bekerja keras memenangkan hati rakyat," tambahnya.
Pengamat politik dari Universitas Diponegoro, Agus Sulistyo, menilai pernyataan Ganjar adalah sinyal bahwa PDIP tidak akan bereaksi berlebihan. "Ini bagian dari strategi politik. Ganjar ingin menunjukkan PDIP tetap tenang dan percaya diri. Namun, jika Kaesang benar-benar serius, ia harus membuktikan bahwa PSI memiliki mesin politik yang solid di tingkat akar rumput," ujarnya. Agus juga mencatat bahwa Pemilu 2029 masih jauh, sehingga peta politik bisa berubah.
Ke depan, apakah langkah Kaesang akan memicu perang saudara politik di Jawa Tengah? Atau justru menjadi katalis bagi PDIP untuk lebih gencar menggalang dukungan? Yang jelas, pertarungan di Dapil V Jateng dipastikan akan menjadi salah satu laga paling menarik dalam Pemilu 2029.



