Herdman Abaikan Piala Dunia 2026, Fokus Total ke Timnas Indonesia dan Target 2030
Baca dalam 60 detik
- John Herdman menyatakan tidak akan mengikuti perjalanan Kanada atau Inggris di Piala Dunia 2026 karena seluruh konsentrasinya tercurah pada Timnas Indonesia.
- Pelatih asal Inggris itu menjadikan lolos ke Piala Dunia 2030 sebagai obsesi harian, dengan persiapan dimulai dari pemusatan latihan di Bali untuk Piala AFF 2026.
- Meski mendukung Kanada yang bermain di kandang sendiri, Herdman menegaskan bahwa masa depannya kini sepenuhnya milik skuad Garuda.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)
John Herdman, pelatih Timnas Indonesia, menegaskan bahwa perhelatan Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat bukanlah prioritasnya. Mantan arsitek Timnas Kanada itu justru memilih memusatkan perhatian pada pembangunan skuad Garuda, dengan target utama melaju ke Piala Dunia 2030.
Herdman, yang pernah membawa Kanada ke Piala Dunia 2022 Qatar, mengaku tidak akan menyisihkan waktu khusus untuk menyaksikan pertandingan mantan timnya maupun tim asal Inggris. “Sejujurnya, saya tidak akan mengikuti keduanya,” ujarnya tegas. Bagi pelatih berusia 50 tahun ini, babak baru kariernya telah dimulai bersama Indonesia, dan ia enggan tergoda oleh nostalgia.
Keputusan Herdman ini sekaligus mengirim sinyal kuat tentang komitmennya terhadap proyek jangka panjang PSSI. Ia bahkan menyebut target lolos ke Piala Dunia 2030 sebagai obsesi yang mengisi pikirannya setiap hari. “Ini adalah tim saya sekarang. Satu-satunya hal yang saya pikirkan secara obsesif setiap hari adalah bagaimana kami meloloskan tim ini untuk Piala Dunia 2030,” kata Herdman.
Menariknya, Herdman tidak sekadar menolak mengikuti Piala Dunia 2026, tetapi juga telah merancang aktivitas yang bertepatan dengan turnamen tersebut. Ia akan memimpin pemusatan latihan Timnas Indonesia di Bali selama 20 hari pada Juli 2026, yang merupakan bagian dari persiapan menuju Piala AFF. “Jadi, selagi Piala Dunia 2026 berlangsung, saya akan berada di Bali untuk bekerja. Dan ketika Piala Dunia berlangsung, jika saya tidak di Bali, saya akan bekerja untuk bersiap menghadapi Piala AFF,” jelas Herdman. Ia hanya menyisakan sedikit ruang untuk menonton beberapa pertandingan jika benar-benar beruntung.
Meski enggan terlibat langsung, Herdman tetap memberikan dukungan moral kepada Kanada. Ia menilai The Reds memiliki peluang besar untuk bersinar di kandang sendiri. “Mereka memiliki tim terbaik yang pernah mereka miliki. Mereka memiliki pengalaman Piala Dunia, jadi, ya, mereka seharusnya bisa lolos dari grup mereka,” ucapnya. Namun, saat ditanya soal peluang Inggris menjadi juara untuk pertama kalinya sejak 1966, Herdman hanya menjawab singkat sambil tertawa, “Saya tidak peduli.”
Pernyataan Herdman ini menjadi cerminan dari perubahan orientasi sepak bola Indonesia yang mulai berani bermimpi besar. Dengan target ambisius menuju Piala Dunia 2030, PSSI dan Herdman tampaknya sepakat untuk tidak terganggu oleh gemerlap turnamen internasional lain. Pertanyaan besarnya: akankah konsistensi fokus ini mampu mengangkat level Timnas Indonesia dalam lima tahun ke depan?



