Messi vs Ronaldo: Persaingan Abadi yang Mengubah Sepak Bola Dunia
Baca dalam 60 detik
- Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo telah mendominasi sepak bola selama hampir dua dekade, dengan total lebih dari 1.900 gol dan 85 trofi.
- Persaingan mereka melampaui lapangan hijau, menciptakan dampak komersial dan budaya yang belum pernah terjadi sebelumnya.
- Dengan kemungkinan Piala Dunia 2026 menjadi panggung terakhir, pertanyaan siapa yang terhebat masih belum terjawab.

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, dua nama yang telah mendefinisikan sepak bola modern, kembali menjadi sorotan menjelang Piala Dunia 2026. Persaingan mereka, yang dimulai sejak momen kikuk di panggung penghargaan FIFA 2007, telah berubah menjadi fenomena global yang mengubah cara permainan dimainkan, dikonsumsi, dan diperdebatkan.
Dalam sebuah dokumenter BBC Sport berjudul Rivals: Messi v Ronaldo, Angel Di Maria yang pernah bermain bersama keduanya menyatakan, "Dua pemain seperti mereka, bersaing di level itu selama bertahun-tahun, memperebutkan Ballon d'Or dan mencetak begitu banyak gol... saya rasa kita tidak akan melihatnya lagi." Sejak 2007, Messi atau Ronaldo memenangkan setiap Ballon d'Or dan penghargaan FIFA, dengan total 20 dari 29 penghargaan Pemain Terbaik Eropa jatuh ke tangan mereka.
Perjalanan mereka dimulai dari latar belakang yang serupa: Messi meninggalkan Argentina ke Barcelona pada usia 13 tahun, sementara Ronaldo pindah dari Madeira ke Lisbon di usia 12 tahun. Keduanya berjuang melawan rasa rindu rumah dan tekanan untuk menjadi yang terbaik. "Momen komitmen total itu adalah saat mereka menyadari ini bukan lagi urusan anak-anak," kata Joshua Robinson, penulis buku tentang keduanya.
Puncak persaingan terjadi ketika Ronaldo bergabung dengan Real Madrid pada 2009, memicu rivalitas sengit antara Barcelona dan Real Madrid. Dalam sembilan musim bersama di Spanyol, Ronaldo mencetak 450 gol dalam 438 pertandingan untuk Madrid, sementara Messi mengemas 471 gol dalam 476 laga untuk Barcelona. "Tidak ada keraguan bahwa berada di liga yang sama mengubah segalanya," ujar Txiki Begiristain, mantan direktur olahraga Barcelona.
Persaingan ini tidak hanya soal angka. Media sosial memperkuat narasi, menjadikan setiap langkah mereka sebagai tontonan wajib. Sid Lowe, penulis sepak bola Spanyol, menambahkan, "Persaingan Mourinho-Guardiola seperti cermin bagi rivalitas Ronaldo-Messi. Mereka tahu bahwa gol penentu kemenangan adalah jalan untuk unggul."
Dampak komersial mereka luar biasa. Ronaldo memiliki hampir 700 juta pengikut Instagram, Messi 500 juta. Foto Messi mengangkat trofi Piala Dunia menjadi gambar paling banyak disukai di platform tersebut. Secara finansial, Ronaldo menduduki puncak daftar atlet dengan bayaran tertinggi Forbes selama empat tahun berturut-turut dengan pendapatan $300 juta, sementara Messi berada di posisi ketiga dengan $140 juta.
Bagi Indonesia, persaingan ini memiliki resonansi tersendiri. Sepak bola adalah olahraga paling populer di tanah air, dan perdebatan soal siapa pemain terhebat sering menghiasi diskusi di warung kopi hingga media sosial. Dampak komersial juga terasa: jersey kedua pemain laris manis di pasar Indonesia, dan merek seperti Adidas serta Nike memanfaatkan popularitas mereka untuk menjangkau konsumen lokal.
Dengan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, kemungkinan pertemuan Argentina dan Portugal di babak akhir menjadi skenario yang dinanti. "Messi tidak ada lagi yang perlu ditaklukkan. Dia memiliki satu hal yang tidak dimiliki Ronaldo: Piala Dunia. Sekarang pertanyaannya, apakah Messi memenangkan seluruh era sepak bola ini?" ujar Robinson.
Persaingan ini mungkin tidak akan pernah menemukan pemenang mutlak. Namun, seperti kata Guillem Balague, "Messi adalah pemain terbaik dalam sejarah, dan Cristiano adalah pencetak gol terhebat dalam sejarah." Yang pasti, sepak bola tidak akan sama tanpa mereka.



