Kebakaran di Pasar Jiung Kemayoran: Tiga Luka, Ratusan Personel Dikerahkan
Baca dalam 60 detik
- Kebakaran di permukiman padat Pasar Jiung, Kemayoran, melukai tiga warga yang kini dirawat di dua rumah sakit.
- Dinas Gulkarmat DKI mengerahkan 35 unit mobil pemadam dan 165 personel untuk menjinakkan api yang diduga akibat korsleting listrik.
- Insiden ini kembali menyoroti risiko kebakaran di kawasan padat penduduk Jakarta, menuntut pengawasan ketat terhadap instalasi listrik.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7587226/original/084279400_1780369110-Kebakaran-bangunan-rumah-di-Kemayoran-Jakarta-010626-Bay-2.jpg)
Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di kawasan Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin malam, menyebabkan tiga warga mengalami luka-luka. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.55 WIB itu langsung mendapat respons cepat dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta dengan mengerahkan puluhan unit pemadam dan ratusan personel.
Kapolsek Kemayoran Kompol Agung Ardiansyah mengonfirmasi bahwa ketiga korban telah menerima perawatan medis di dua rumah sakit berbeda. Dua korban, Puput dan Dika, dirawat di RS Hermina Kemayoran, sementara Suparno menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). “Ada tiga orang yang mengalami luka akibat kebakaran tersebut,” ujar Agung di Jakarta, Selasa.
Proses pemadaman api berlangsung dramatis mengingat kepadatan bangunan di Kampung Pasar Jiung, Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong. Dinas Gulkarmat mengerahkan 35 unit mobil pemadam dan 165 personel untuk mengendalikan si jago merah. Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara memastikan pasokan air selama pemadaman mencukupi. “Alhamdulillah sumber air cukup,” katanya.
Kebakaran di kawasan padat penduduk seperti Pasar Jiung menjadi pengingat akan kerentanan permukiman urban di Jakarta. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik, masalah yang kerap muncul di lingkungan dengan instalasi listrik tidak standar. Peristiwa ini menambah daftar panjang insiden serupa di ibu kota, yang menuntut perhatian lebih dari pemerintah dan masyarakat dalam hal keselamatan kebakaran.
Bagi warga Jakarta, terutama yang tinggal di permukiman padat, kejadian ini menjadi alarm untuk memeriksa kembali kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing. Pemerintah daerah pun diharapkan memperketat pengawasan dan sosialisasi pencegahan kebakaran, mengingat dampaknya tidak hanya merugikan harta benda tetapi juga mengancam keselamatan jiwa.
Ke depan, pertanyaan mendasar yang mengemuka adalah: sejauh mana kesiapan infrastruktur pemadam kebakaran di titik-titik rawan seperti Kemayoran? Dengan jumlah personel dan armada yang terbatas, respons cepat seperti yang terjadi kali ini patut diapresiasi, namun upaya pencegahan jangka panjang tetap menjadi kunci untuk mengurangi risiko kebakaran di masa mendatang.



