Gempa Magnitudo 3,6 Guncang Morowali, Warga Diminta Tetap Waspada
Baca dalam 60 detik
- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,6 melanda wilayah tenggara Morowali, Sulawesi Tengah, pada Senin siang.
- Pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer, termasuk kategori dangkal yang berpotensi menimbulkan guncangan terasa.
- BMKG mengingatkan data awal masih bersifat sementara dan bisa berubah seiring kelengkapan informasi.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,6 mengguncang wilayah Morowali, Sulawesi Tengah, pada Senin (1/6/2026) siang, menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat setempat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat guncangan terjadi pada pukul 11:44:35 WIB dengan pusat gempa berada di daratan.
Menurut rilis resmi BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 2,77 Lintang Selatan dan 122,70 Bujur Timur, tepatnya sekitar 89 kilometer arah tenggara Kota Morowali. Dengan kedalaman hanya 10 kilometer, gempa ini tergolong dangkal sehingga guncangannya cukup terasa meski berkekuatan kecil. BMKG menyebutkan bahwa informasi ini masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan kelengkapan data yang masuk.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang kerap menyertai aktivitas seismik di kawasan ini. Morowali dan sekitarnya memang dikenal sebagai wilayah rawan gempa karena berada di jalur tektonik aktif Sulawesi.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam pernyataan sebelumnya menekankan pentingnya kewaspadaan meski gempa kecil. "Gempa dangkal dengan magnitudo di bawah 4 tetap berpotensi merusak jika pusatnya berada di dekat permukiman padat," ujarnya. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang tidak diverifikasi dan selalu merujuk pada data resmi BMKG.
Bagi pembaca di Indonesia, gempa ini menjadi pengingat bahwa negeri kita berada di kawasan Cincin Api Pasifik, sehingga aktivitas seismik adalah hal lumrah. Namun, kesiapsiagaan tetap menjadi kunci untuk meminimalkan risiko. Pemerintah daerah setempat diharapkan terus mengedukasi warga tentang prosedur evakuasi dan mitigasi bencana, terutama di daerah rawan seperti Morowali yang juga merupakan kawasan industri dan pertambangan.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah aktivitas seismik di Sulawesi Tengah akan meningkat dalam waktu dekat. BMKG akan terus memantau perkembangan dan memperbarui data secara berkala. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun siaga, serta memastikan jalur evakuasi dan perlengkapan darurat selalu siap.



