Kontroversi Partey: Queiroz Tak Gentar Pilih Pemain Bermasalah Hukum ke Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Ghana Carlos Queiroz mempertahankan keputusan memanggil Thomas Partey yang tengah menghadapi tuduhan pemerkosaan dan kekerasan seksual.
- Partey, yang membela Villarreal, akan tampil di laga uji coba melawan Wales jelang Piala Dunia 2026.
- Kasus ini memicu perdebatan etika sepak bola, dengan Queiroz menyerahkan proses hukum pada jalurnya.

Pelatih tim nasional Ghana, Carlos Queiroz, dengan tegas membela keputusannya menyertakan gelandang Villarreal, Thomas Partey, dalam skuad awal Piala Dunia 2026, meskipun pemain berusia 32 tahun itu tengah menghadapi delapan tuduhan serius terkait kekerasan seksual. Partey telah mengaku tidak bersalah atas tujuh tuduhan pemerkosaan dan satu tuduhan penyerangan seksual yang melibatkan empat perempuan berbeda antara tahun 2020 dan 2022, dan akan menjalani persidangan tahun depan.
Queiroz, yang baru ditunjuk sebagai pelatih kepala Black Stars pada April lalu, tidak ragu memanggil Partey untuk bergabung dalam skuad berisi 28 pemain yang akan menghadapi Wales dalam laga uji coba di Cardiff, Selasa (10/6). βJika pemain itu ada di sini bersama saya, jawaban saya sudah jelas. Saya tidak punya komentar tentang keputusan saya sendiri. Dia ada di sini, jadi apa yang kita bicarakan?β ujar Queiroz, seperti dikutip BBC Sport.
Pernyataan Queiroz menuai sorotan karena dianggap mengabaikan aspek etika di luar lapangan. Namun, pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan tanpa intervensi dari pihak sepak bola. βIni bukan untuk saya atau Anda untuk menghakimi. Biarkan peristiwa berjalan sebagaimana mestinya; biarkan sungai mengalir dan suatu hari ketika sungai bertemu lautan, kita akan menemukan kebenaran,β tambahnya dengan nada filosofis.
Sebelumnya, Presiden Federasi Sepak Bola Ghana (GFA), Kurt Okraku, menyatakan dukungannya terhadap Partey. Okraku menegaskan bahwa GFA berdiri di belakang pemain yang pernah membela Arsenal sejak 2020 hingga kontraknya berakhir musim panas lalu. Keputusan ini kontras dengan sikap beberapa klub Eropa yang cenderung menjauhkan pemain yang tersangkut kasus serupa.
Bagi Indonesia, kasus Partey menjadi pengingat akan dilema etika yang kerap dihadapi federasi sepak bola di negara berkembang. Di tengah tekanan untuk meraih prestasi, keputusan memanggil pemain bermasalah hukum kerap menimbulkan perdebatan. Belum ada regulasi tegas di level FIFA yang mewajibkan federasi untuk menunda pemanggilan pemain yang tengah menjalani proses hukum, sehingga keputusan sepenuhnya berada di tangan pelatih dan federasi.
"Ketika Anda berbicara tentang sepak bola di Ghana, itu ada di dalam darah, itu adalah segalanya. Dan bakat ada di sini, jadi ini adalah kombinasi eksplosif untuk sukses, yang merupakan daya tarik pertama dan terpenting bagi Ghana." β Carlos Queiroz
Partey telah berlatih bersama skuad Ghana untuk pertama kalinya di bawah asuhan Queiroz. Manchester City attacker Antoine Semenyo juga telah bergabung dengan rekan setimnya akhir pekan lalu. Ghana akan memulai kampanye Piala Dunia 2026 melawan Panama pada 17 Juni, setelah tergabung di Grup L bersama Inggris dan satu tim lagi yang belum ditentukan.
Queiroz, yang pernah menangani Portugal dan Real Madrid serta menjadi asisten Sir Alex Ferguson di Manchester United, mengaku antusias menghadapi turnamen tersebut. βKami siap lepas landas dan mulai terbang langsung menuju Piala Dunia,β ujarnya. Namun, pertanyaan besar masih menggantung: akankah Partey tetap menjadi bagian dari skuad jika vonis pengadilan keluar sebelum turnamen dimulai?



