Manchester City Kukuhkan Dominasi: 19 Pemain Tembus Piala Dunia 2026, Pecahkan Rekor
Baca dalam 60 detik
- Manchester City menjadi klub dengan kontribusi pemain terbanyak di Piala Dunia 2026, yakni 19 pemain, melampaui rekor Barcelona di edisi sebelumnya.
- Lima klub Inggris masuk dalam daftar 17 klub yang mengirim minimal 10 pemain, menandakan dominasi Premier League di panggung global.
- Ekspansi turnamen dari 32 menjadi 48 tim turut mendorong peningkatan jumlah pemain per klub, menciptakan dinamika baru dalam persaingan antarklub.

Manchester City memecahkan rekor sebagai klub dengan kontribusi pemain terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia. Sebanyak 19 pemain yang tercatat membela The Citizens di level klub akan tampil di Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Angka ini melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Barcelona dengan 17 pemain pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Dari 19 pemain tersebut, empat di antaranya masuk dalam skuad Inggris asuhan Thomas Tuchel: kiper James Trafford, serta bek Marc Guehi, Nico O'Reilly, dan John Stones. Sementara itu, kapten City Bernardo Silva—yang akan hengkang pada musim panas ini—menjadi salah satu dari tiga pemain Portugal bersama Ruben Dias dan Matheus Nunes. Belanda dan Kroasia masing-masing menyumbang dua pemain: Tijjani Reijnders dan Nathan Ake untuk Belanda, Mateo Kovacic dan Josko Gvardiol untuk Kroasia. Nama-nama besar lain seperti Erling Haaland (Norwegia), Rodri (Spanyol), dan Jeremy Doku (Belgia) turut melengkapi daftar.
Dominasi klub-klub Inggris dalam daftar ini tidak terlepas dari kekuatan finansial dan daya tarik Premier League. Selain City, Arsenal (17 pemain) dan tiga klub lain masuk dalam jajaran 17 klub dengan kontribusi pemain dua digit. Menurut analis sepak bola, fenomena ini menunjukkan bahwa liga Inggris tidak hanya menjadi tujuan utama pemain bintang, tetapi juga pusat pengembangan talenta muda yang siap bersaing di level internasional.
Bagi Indonesia, data ini memberikan gambaran tentang standar global yang semakin tinggi. Dengan banyaknya pemain top yang berlaga di Premier League, persaingan di Piala Dunia 2026 diprediksi akan sangat ketat. Hal ini bisa menjadi tolok ukur bagi pengembangan sepak bola nasional, terutama dalam hal pembinaan pemain muda dan kerja sama dengan klub-klub Eropa. Beberapa pengamat menilai bahwa Indonesia perlu memperkuat infrastruktur dan kompetisi domestik agar mampu melahirkan pemain yang bisa bersaing di level tertinggi.
Rekor baru Manchester City ini juga menimbulkan pertanyaan tentang dampak ekspansi turnamen terhadap keseimbangan kompetisi. Dengan jumlah peserta bertambah, peluang pemain dari klub-klub besar untuk tampil semakin besar, sementara klub kecil mungkin kesulitan mempertahankan pemain bintangnya. Ke depan, apakah tren ini akan memperlebar kesenjangan antara klub kaya dan klub lainnya? Atau justru memacu klub-klub di luar Eropa untuk berinvestasi lebih besar dalam pengembangan pemain?



