Haiti Pesta Gol ke Gawang Selandia Baru, Beri Peringatan Keras untuk Skotlandia
Baca dalam 60 detik
- Haiti menang telak 4-0 atas Selandia Baru dalam laga uji coba di Miami, menunjukkan kesiapan mereka menghadapi Piala Dunia.
- Kemenangan ini menjadi sinyal bahaya bagi Skotlandia yang akan berhadapan dengan Haiti di laga pembuka Grup C pada 14 Juni.
- Masalah visa yang menghambat salah satu pemain Haiti menjadi pengingat akan tantangan logistik yang kerap dihadapi tim non-unggulan.

Haiti memberikan pernyataan keras jelang Piala Dunia dengan menghancurkan Selandia Baru 4-0 dalam laga uji coba di Stadion Inter Miami CF, Florida, Selasa (4/6). Kemenangan ini sekaligus menjadi peringatan dini bagi Skotlandia, yang akan menjadi lawan pertama Haiti di Grup C pada 14 Juni mendatang di Boston.
Dalam pertandingan yang didominasi penuh oleh tim asuhan pelatih Gabriel Calderon, Haiti unggul cepat melalui gol Ruben Providence pada menit ke-12. Keunggulan bertambah enam menit setelah babak kedua dimulai lewat aksi pemain pengganti Lenny Joseph. Frantzdy Pierrot kemudian mencetak gol ketiga dengan sundulan pada menit ke-63, sebelum Markhus Lacroix menutup pesta dengan tembakan jarak jauh di penghujung laga.
Selandia Baru, yang diperkuat penyerang Nottingham Forest Chris Wood, gelandang Motherwell Elijah Just, dan rekrutan anyar Dundee United Jesse Randall, tampil tanpa daya. Tim berperingkat terendah di Piala Dunia tahun ini—duduk tiga tingkat di bawah Haiti dalam ranking FIFA—sama sekali tidak mampu mengimbangi agresivitas lawan.
Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa Haiti bukanlah lawan yang bisa diremehkan. Skotlandia, yang diasuh Steve Clarke, harus mewaspadai kecepatan sayap dan ketajaman lini depan Haiti. Apalagi, Haiti juga tampil solid tanpa diperkuat gelandang Woodensky Pierre, satu-satunya pemain yang berbasis di negara Karibia tersebut. Pierre tidak bisa diturunkan karena visa Amerika Serikat baru disetujui saat pertandingan hampir berakhir. Ia tiba di Bandara Miami sekitar babak pertama dan berharap bisa menyaksikan sisa laga, menurut juru bicara tim kepada Reuters.
Bagi Indonesia, laga ini memberikan gambaran tentang kesenjangan kualitas yang masih lebar antara tim Asia Tenggara dengan negara-negara berkembang sepak bola seperti Haiti. Meski bukan unggulan, Haiti mampu tampil disiplin dan efisien—pelajaran berharga bagi tim-tim yang tengah membangun fondasi sepak bola. Regulasi visa yang rumit juga menjadi pengingat bahwa persiapan non-teknis kerap menjadi kendala serius bagi tim dari negara berkembang.
Dengan performa seperti ini, Haiti layak diperhitungkan sebagai kuda hitam di Grup C. Pertanyaan besarnya: apakah Skotlandia mampu meredam momentum Haiti, atau justru menjadi korban pertama kejutan di Piala Dunia kali ini?



