Pelatih Interim Italia Panggil Bek Fiorentina untuk Uji Coba Kontra Luksemburg dan Yunani
Baca dalam 60 detik
- Niccolò Fortini, bek Fiorentina, resmi bergabung dengan skuad Italia yang akan menjalani laga uji coba kontra Luksemburg dan Yunani.
- Pelatih interim Silvio Baldini memanfaatkan laga ini untuk memberikan kesempatan kepada pemain muda setelah gagal lolos ke Piala Dunia.
- Keputusan Baldini memperluas skuad menjadi 25 pemain, mayoritas tanpa caps, menandai era baru bagi Nazionale.

Tim nasional Italia resmi menambah satu nama ke dalam skuad yang akan melakoni dua laga uji coba melawan Luksemburg dan Yunani. Bek Fiorentina, Niccolò Fortini, dipastikan akan ikut serta dalam rangkaian pertandingan tersebut, memperkuat barisan pertahanan yang tengah dibangun kembali oleh pelatih interim Silvio Baldini.
Fortini merupakan salah satu dari empat pemain yang sebelumnya hanya berlatih di pusat pelatihan Coverciano. Namun, setelah melalui evaluasi, Baldini memutuskan untuk membawanya terbang ke Luksemburg pada Selasa sore waktu setempat. Italia dijadwalkan menghadapi Luksemburg pada Rabu malam, lalu kembali ke Florence sebelum bertolak ke Yunani pada Minggu malam.
Keputusan Baldini ini tidak lepas dari situasi pelik yang dihadapi Italia. Setelah Gennaro Gattuso mengundurkan diri sebagai pelatih kepala, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menunjuk Baldini—yang sebelumnya menangani tim U-21—sebagai pelatih interim. Tanpa target lolos ke Piala Dunia, Baldini memilih untuk meremajakan skuad dengan memberikan kesempatan kepada wajah-wajah baru.
Dari 25 pemain yang dipanggil, mayoritas belum pernah sekalipun memperkuat tim senior. Hanya Gianluigi Donnarumma yang menjadi nama paling mentereng di antara kiper yang dipanggil, sementara lini belakang diisi oleh pemain muda seperti Honest Ahanor (Atalanta) dan Fabio Chiarodia (Borussia Mönchengladbach). Fortini sendiri baru mencatatkan beberapa penampilan di Serie A bersama Fiorentina musim ini.
Bagi pengamat sepak bola Italia, langkah Baldini dinilai sebagai strategi jangka panjang. "Ini adalah momen untuk membangun fondasi baru. Dengan tidak adanya tekanan kualifikasi, Baldini bisa bereksperimen tanpa risiko besar," ujar analis sepak bola Italia, Marco Rossi, dalam wawancaranya dengan media lokal. Namun, kritik juga muncul karena minimnya pengalaman internasional di skuad ini.
Dari sisi komposisi pemain, Baldini memanggil sejumlah nama yang bermain di luar negeri, seperti Filippo Mane (Borussia Dortmund) dan Luca Koleosho (Paris FC). Sementara itu, lini depan diisi oleh Francesco Camarda (Lecce) dan Francesco Pio Esposito (Inter), yang diharapkan bisa menjadi ujung tombak baru Italia.
Implikasi bagi Indonesia? Meski tidak langsung terkait, kebijakan FIGC ini bisa menjadi pelajaran bagi PSSI dalam membangun tim nasional. Ketika sebuah federasi berani memberikan kesempatan kepada pemain muda di saat krisis, regenerasi bisa berjalan lebih cepat. Namun, hasilnya tetap harus diukur dari performa di lapangan.
Dengan dua laga uji coba ini, Baldini diharapkan bisa menemukan formula tepat untuk membangkitkan kembali kejayaan Italia. Akankah skuad muda ini mampu memberikan kejutan? Publik sepak bola Italia tentu berharap lebih dari sekadar hasil positif.



