Setelah Ederson, Manchester United Kian Serius Boyong Mateus Fernandes
Baca dalam 60 detik
- Manchester United dikabarkan tengah mempercepat negosiasi dengan Mateus Fernandes, gelandang West Ham yang dibanderol £80 juta.
- Langkah ini mengulang strategi sukses musim lalu yang mendatangkan pemain Premier League mapan seperti Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha.
- Fernandes, yang baru berusia 21 tahun, dinilai sebagai salah satu gelandang muda terbaik di Eropa dengan statistik defensif dan progresif yang impresif.

Manchester United tak hanya berhenti pada rencana mendatangkan Ederson dari Atalanta. Klub asuhan Michael Carrick itu disebut tengah mempercepat pembicaraan untuk mengamankan jasa Mateus Fernandes, gelandang West Ham United yang dibanderol hingga £80 juta.
Menurut laporan Caught Offside yang dikutip beberapa media Inggris, United sudah menjalin komunikasi intensif dengan perwakilan Fernandes. Pemain berusia 21 tahun itu dikabarkan tertarik pindah ke Old Trafford karena ingin bermain di Liga Champions. Meski negosiasi antarklub belum dimulai, West Ham telah memberi harga patokan yang cukup tinggi.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi transfer United yang mulai berubah dalam dua tahun terakhir. Alih-alih merekrut pemain proyek dari luar negeri—seperti yang terjadi pada Antony, Rasmus Hojlund, atau Joshua Zirkzee—kini manajemen lebih memilih pemain yang sudah teruji di Premier League. Musim lalu, pendekatan itu terbukti sukses lewat pembelian Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha, yang langsung beradaptasi tanpa kesulitan berarti.
Fernandes, yang pernah dua kali terdegradasi bersama Southampton dan West Ham, justru tampil menonjol di kedua musim tersebut. Ia dikenal sebagai gelandang bertipe deep-lying playmaker yang juga tangguh dalam bertahan. Statistik menunjukkan bahwa ia unggul dalam memenangkan penguasaan bola, duel defensif, dan intersepsi dibandingkan gelandang U21 lain di tujuh liga top Eropa. Ia juga berada di peringkat kedua untuk umpan progresif yang sukses.
Yang menarik, Fernandes disebut sebagai hibrida antara Casemiro dan Paul Pogba: mampu membersihkan bola seperti pemain Brasil itu, namun juga lincah membawa bola ke depan seperti mantan bintang Prancis tersebut. Sepanjang musim 2025/26, hanya Declan Rice dan Fernandes yang memiliki rasio jarak progresif per dribel sebelum kehilangan bola lebih tinggi di Premier League.
Jika United berhasil mendatangkan Fernandes, lini tengah mereka akan memiliki kombinasi ideal: Ederson sebagai gelandang bertahan murni dan Fernandes sebagai pengatur serangan dari belakang. Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah ini patut dicermati karena menunjukkan bagaimana klub besar Eropa kini lebih mengutamakan pemain yang sudah matang di liga ketimbang proyek jangka panjang yang berisiko.
Pertanyaan besarnya, akankah INEOS dan Jason Wilcox mampu menyelesaikan dua transfer besar ini di tengah persaingan ketat bursa? Jika ya, United musim depan bisa tampil dengan wajah baru yang lebih solid.



