Manchester United Siapkan £80 Juta untuk Gelandang Degradasi: Strategi Baru INEOS di Bursa Transfer
Baca dalam 60 detik
- Manchester United dikabarkan akan merekrut Mateus Fernandes dari West Ham United yang baru saja terdegradasi, dengan banderol mencapai £80 juta.
- Langkah ini menjadi bagian dari transformasi kebijakan transfer klub di bawah INEOS, yang kini lebih mengutamakan pemain matang di Premier League ketimbang bintang asing.
- Jika bergabung, Fernandes akan melengkapi lini tengah bersama Ederson dan Kobbie Mainoo, memberikan keseimbangan antara kreativitas dan pertahanan.

Manchester United kembali menunjukkan pergeseran strategi transfer mereka di bawah kepemilikan INEOS. Setelah mengamankan gelandang Brasil Ederson dari Atalanta, klub asal Manchester itu kini dikabarkan serius mendatangkan Mateus Fernandes dari West Ham United—tim yang baru saja terdegradasi dari Premier League. Nilai transfer yang diminta West Ham disebut mencapai angka fantastis £80 juta, sebuah harga yang mencerminkan potensi besar pemain Portugal berusia 21 tahun tersebut.
Kabar ini pertama kali diungkap oleh jurnalis kawakan Simon Stone dalam siaran BBC. Menurut Stone, meskipun West Ham saat ini bersikukuh tidak ingin menjual, situasi keuangan klub setelah degradasi membuat mereka hampir pasti harus melepas aset berharganya. “Saya akan terkejut jika kesepakatan ini tidak terjadi. Saat ini ada kebuntuan, tetapi West Ham sebenarnya tidak punya pilihan,” ujar Stone. Fernandes sendiri dikabarkan terbuka untuk pindah, meskipun ia menginginkan jaminan waktu bermain yang cukup di Old Trafford.
Langkah ini menjadi bukti nyata perubahan haluan kebijakan rekrutmen Manchester United. Sebelum era INEOS, klub kerap tergoda memboyong bintang-bintang besar dengan harga selangit—seperti Antony atau kepulangan Cristiano Ronaldo—yang justru berujung pada ketidakseimbangan skuad dan berakhirnya masa jabatan dua manajer. Kini, pendekatan yang diadopsi lebih mirip era Sir Alex Ferguson: memprioritaskan pemain yang sudah teruji di Premier League, meskipun berasal dari klub papan bawah atau bahkan yang terdegradasi.
Strategi ini terbukti berhasil pada musim lalu. Matheus Cunha, yang direkrut dari klub papan bawah, sempat kesulitan di awal namun akhirnya mencetak sepuluh gol di Premier League. Bryan Mbeumo dan Senne Lammens juga menjadi contoh sukses pendekatan serupa. Kini, Fernandes diharapkan bisa mengulangi kesuksesan tersebut. Ia tampil impresif secara individu meskipun West Ham terdegradasi, menunjukkan kualitas yang membuatnya layak bersaing di level tertinggi.
Jika Fernandes bergabung, lini tengah Manchester United akan memiliki komposisi yang menarik. Ederson membawa kegigihan dalam merebut bola, Kobbie Mainoo menawarkan kemampuan membawa bola dan ancaman gol, sementara Fernandes menjadi kombinasi keduanya—mampu bertahan sekaligus membangun serangan. Trio ini diprediksi akan menjadi fondasi ideal bagi Bruno Fernandes untuk berkreasi tanpa harus mengorbankan keseimbangan tim. “Dia adalah gelandang paling lengkap di antara ketiganya, baik saat menguasai bola maupun tidak,” tulis analis dalam laporan tersebut.
Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan manajemen United. Dengan harga £80 juta, klub harus yakin bahwa investasi ini sepadan, terutama mengingat Fernandes masih muda dan belum memiliki pengalaman di kompetisi Eropa. Pertanyaan besarnya: akankah INEOS kembali mengulang keberhasilan transfer seperti Cunha, atau justru terjebak dalam pengeluaran besar yang tidak sesuai ekspektasi? Hanya waktu yang akan menjawab apakah langkah berani ini akan membawa Manchester United kembali ke papan atas Premier League.



