Hearn Tawarkan Jalan Keluar untuk Aspinall: Lepas dari UFC dengan Jaminan Pendapatan Berlipat
Baca dalam 60 detik
- Promotor tinju Eddie Hearn meminta UFC melepas Tom Aspinall dengan imbalan gaji tiga kali lipat dari kontrak saat ini.
- Hearn juga bersedia membatalkan tuntutan hukum terhadap Conor Benn jika Aspinall dibebaskan, memperpanjang perseteruan dengan Dana White.
- Kasus ini membuka kembali perdebatan soal sistem pengupahan petarung MMA, yang kerap dikritik karena timpang dibandingkan cabang olahraga lain.

Promotor tinju asal Inggris, Eddie Hearn, secara terbuka menantang presiden UFC, Dana White, untuk melepas juara kelas berat Tom Aspinall dari kontraknya. Hearn menilai petarung asal Manchester itu tidak mendapat bayaran sepadan dengan prestasinya di oktagon. Langkah ini sekaligus memperuncing perseteruan antara dua tokoh besar dunia olahraga tarung tersebut.
Aspinall, 33 tahun, yang telah menandatangani kesepakatan komersial dan konsultasi dengan agensi Hearn pada Maret lalu, dianggap sebagai bintang paling menonjol di divisi heavyweight UFC. Dari delapan kemenangannya, tujuh di antaranya berakhir di ronde pertama. Namun, di balik reputasinya, Hearn mengklaim bahwa kompensasi yang diterima Aspinall jauh di bawah standar.
“Saya akan memberikan jaminan tertulis bahwa Tom akan mendapat penghasilan minimal tiga kali lipat dari kontraknya saat ini, bahkan bisa lima atau enam kali lipat,” ujar Hearn dalam sebuah wawancara. Ia juga menyatakan siap membatalkan rencana gugatan hukum terhadap Conor Benn—yang hengkang dari Matchroom ke Zuffa Boxing milik White—sebagai imbalan atas pembebasan Aspinall.
Perseteruan Hearn dan White bukanlah hal baru. Sejak diluncurkannya Zuffa Boxing, keduanya kerap saling serang di media. Aspinall sendiri sempat terseret dalam polemik ketika Hearn menuding White telah “mempermalukan” petarungnya dengan tidak memberikan dukungan penuh pasca-kontroversi cedera mata. Aspinall menjalani operasi mata ganda pada Februari lalu dan belum ada kepastian kapan ia bisa kembali bertarung.
Hingga saat ini, belum ada indikasi UFC akan mempertimbangkan permintaan Hearn. Namun, pernyataan tersebut kembali memicu diskusi tentang sistem pengupahan di MMA, yang selama ini dianggap timpang dibandingkan olahraga lain seperti tinju. Di Indonesia, isu kesejahteraan atlet juga kerap mencuat, terutama bagi petarung MMA lokal yang pendapatannya jauh dari kata layak. Kasus Aspinall bisa menjadi preseden bagi atlet-atlet lain untuk menuntut transparansi dan keadilan finansial.
“Saya ingin mengusulkan agar Dana White berbahagia untuk Tom Aspinall, yang sangat tidak bahagia, dan melepaskannya dari kewajibannya di UFC. Biarkan dia pergi dan menghasilkan lebih banyak untuk dirinya dan keluarganya,” kata Hearn.
Ke depan, pertarungan antara Hearn dan White di luar oktagon mungkin akan sama sengitnya dengan pertarungan di dalamnya. Apakah UFC akan mempertahankan bintangnya dengan meningkatkan nilai kontrak, atau justru membuka pintu bagi model bisnis baru di mana petarung memiliki lebih banyak kebebasan? Jawabannya akan menentukan arah industri MMA global, termasuk dampaknya terhadap ekosistem bela diri di Asia Tenggara.



