Legenda Rugby Irlandia Fergus Slattery Tutup Usia di 77 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Fergus Slattery, mantan pemain tim nasional Irlandia dan British and Irish Lions, meninggal dunia pada usia 77 tahun.
- Ia dikenal sebagai pemain flanker jenius dengan 61 caps untuk Irlandia dan kapten tim dalam 18 pertandingan.
- Slattery merupakan bagian dari skuad 'Invincibles' Lions 1974 yang tak terkalahkan di Afrika Selatan.

Dunia rugby internasional kehilangan salah satu ikon terbesarnya. Fergus Slattery, mantan pemain back row tim nasional Irlandia dan British and Irish Lions, meninggal dunia pada usia 77 tahun. Kabar duka ini diumumkan oleh klubnya, Blackrock College RFC, melalui pernyataan resmi yang penuh penghormatan.
Slattery dianggap sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Irlandia. Selama karier internasionalnya yang membentang dari 1970 hingga 1984, ia mengoleksi 61 caps dan memimpin tim sebagai kapten dalam 18 pertandingan. Prestasi gemilangnya termasuk membawa Irlandia meraih Triple Crown pada 1982 dan 1985, serta menjadi bagian dari tur kemenangan Lions ke Selandia Baru (1971) dan Afrika Selatan (1974).
Dalam pernyataannya, Blackrock College RFC menggambarkan Slattery sebagai pemain yang mendefinisikan jersey klub. "Ada pemain yang memakai jersey, dan ada pemain yang mendefinisikannya. Fergus mendefinisikan jersey kami," tulis klub. "Seorang flanker open-side dengan kecerdasan luar biasa, keberanian, dan daya saing tanpa henti, ia selalu tiba pertama di tempat pertarungan paling sengit."
Presiden Irish Rugby Football Union (IRFU), John O'Driscoll, menyebut Slattery sebagai "raksasa rugby Irlandia yang mendefinisikan keunggulan di eranya". "Kepemimpinannya, keterampilannya, dan komitmennya yang tak tergoyahkan terhadap jersey telah menetapkan standar yang terus menginspirasi generasi pemain," ujar O'Driscoll. "Di luar lapangan, ia membawa diri dengan kerendahan hati dan integritas, mewujudkan nilai-nilai terbaik dari olahraga kami."
Slattery lahir di Dรบn Laoghaire, selatan pusat kota Dublin. Debutnya bersama Irlandia terjadi melawan Afrika Selatan pada 1970. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah memimpin Irlandia dalam tur sukses ke Australia pada 1979, di mana mereka memenangkan tujuh dari delapan pertandingan, termasuk dua tes melawan Wallabies. Dalam jersey merah Lions yang ikonik, ia hanya kalah satu kali dari 25 penampilan. Cedera memang menghalanginya untuk menghadapi All Blacks pada 1971, tetapi ia menjadi anggota integral dari skuad 'Invincibles' yang tak terkalahkan dalam 22 pertandingan di Afrika Selatan tiga tahun kemudian.
Setelah pensiun dari rugby internasional, Slattery tetap aktif bersama Blackrock dan juga bekerja sebagai komentator di BBC Radio selama hampir 15 tahun, berpasangan dengan Jim Neilly. Neilly mengenang, "Melihat cara ia bermain, tidak mengherankan bahwa kontribusi Fergus selalu mendalam dan tepat sasaran."
Warisan Slattery tidak hanya terletak pada prestasi di lapangan, tetapi juga pada nilai-nilai yang ia tunjukkan. Seperti dikatakan Blackrock, ia bermain "dengan keganasan dan keanggunan, tetapi tanpa ego atau sandiwara". Kerendahan hati dan dedikasinya menjadi teladan bagi banyak pemain muda. Dengan kepergiannya, rugby kehilangan salah satu putra terbaiknya, namun kenangan akan kegigihan dan kecemerlangannya akan terus hidup.



