Lionel Messi: Dari La Liga ke MLS, Koleksi Trofi Sang Legenda Tak Terbendung
Baca dalam 60 detik
- Lionel Messi menambah satu lagi trofi ke dalam lemari prestasinya setelah Inter Miami memecahkan rekor poin MLS dan merebut Supporters' Shield pada Oktober 2024.
- Sepanjang kariernya, Messi telah mengoleksi 44 trofi tim dan individu, termasuk 10 gelar La Liga, 4 Liga Champions, dan 3 penghargaan The Best FIFA Men's Player.
- Keberhasilan Messi di MLS membuka peluang bagi Inter Miami untuk tampil di FIFA Club World Cup 2025, memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola.
Lionel Messi kembali menorehkan sejarah. Pada Oktober 2024, ia membawa Inter Miami meraih Supporters' Shield setelah tim asal Florida itu mengumpulkan 74 poin—rekor baru Major League Soccer (MLS)—sekaligus mengamankan tiket ke FIFA Club World Cup 2025. Prestasi ini bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa sang megabintang Argentina masih mampu mendominasi di usia yang tidak lagi muda.
Perjalanan Messi dari Rosario menuju puncak sepak bola dunia memang tak tertandingi. Sejak debut di Barcelona pada 2004, ia telah mengumpulkan 44 trofi utama, baik bersama klub maupun tim nasional. Di level klub, ia memenangi 10 gelar La Liga, 7 Copa del Rey, dan 4 Liga Champions. Bersama timnas Argentina, ia mengangkat Piala Dunia 2022 dan dua Copa America (2021, 2024). Di ranah individu, ia meraih delapan Ballon d'Or dan tiga kali dinobatkan sebagai The Best FIFA Men's Player (2019, 2022, 2023).
Yang menarik, langkah Messi ke Inter Miami pada 2023 sempat dianggap sebagai 'pensiun dini' ke liga yang kurang kompetitif. Namun, ia justru membuktikan sebaliknya. Dalam 18 bulan, ia mengubah wajah MLS: rating televisi melonjak, harga tiket meroket, dan Inter Miami—yang sebelumnya juru kunci—berubah menjadi kandidat juara. Fenomena ini mengingatkan pada efek David Beckham di LA Galaxy, tapi dengan skala yang jauh lebih besar.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Messi menjadi cermin bagaimana seorang atlet bisa tetap relevan di luar Eropa. Banyak pemain Asia, termasuk Indonesia, yang memilih merantau ke Eropa sebagai puncak karier. Namun, Messi menunjukkan bahwa kesuksesan tidak selalu diukur dari liga tempat bermain, melainkan dari dampak yang diberikan. Kehadirannya di MLS juga membuka peluang bagi pemain muda Asia untuk belajar dari para legenda di Amerika Serikat, yang kini menjadi destinasi alternatif selain Eropa.
Pertanyaan selanjutnya: mampukah Inter Miami bersaing di FIFA Club World Cup 2025? Dengan skuad yang dihuni Sergio Busquets, Jordi Alba, dan Luis Suárez, plus tentu saja Messi, tim asuhan Gerardo Martino layak diperhitungkan. Namun, lawan dari Eropa seperti Manchester City atau Real Madrid tentu memiliki pengalaman lebih di turnamen global. Akankah Messi menambah satu lagi mahkota sebelum gantung sepatu? Atau justru ini awal dari era baru sepak bola Amerika?



