Gan Ching Hwee Kembali Ukir Sejarah: Rekor Nasional 400m Gaya Bebas di Commonwealth Games
Baca dalam 60 detik
- Perenang Singapura Gan Ching Hwee mencatat waktu 4:09.34 di final 400m gaya bebas, memecahkan rekor nasionalnya sendiri.
- Prestasi ini menegaskan dominasi Gan di kancah renang Asia Tenggara, setelah menyapu bersih tiga nomor di SEA Games 2025.
- Capaian Gan menjadi tolok ukur bagi perenang Indonesia untuk menembus level kompetisi Persemakmuran dan dunia.

Perenang muda Singapura, Gan Ching Hwee, kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang multievent. Dalam final 400 meter gaya bebas Commonwealth Games 2026 di Glasgow, Skotlandia, Jumat (24/7), ia finis di posisi kelima dengan catatan waktu 4 menit 9,34 detikโangka yang cukup untuk memecahkan rekor nasionalnya sendiri.
Catatan tersebut memperbaiki rekor sebelumnya 4:09,81 yang ia ukir pada Kejuaraan Akuatik Dunia tahun lalu di Singapura. Bagi Gan yang baru genap 23 tahun, ini adalah debutnya di panggung Commonwealth Games. Sejauh ini, ia telah mengoleksi lima rekor nasional individu, bukti konsistensi dan kerja kerasnya di kolam renang.
Medali emas nomor 400m gaya bebas diraih oleh Lani Pallister (Australia), disusul Erika Fairweather (Selandia Baru) perak, dan Jenna Forrester (Australia) perunggu. Persaingan ketat di final menunjukkan level kompetisi yang tinggi, namun Gan mampu bersaing di antara para elit renang dunia.
Keberhasilan Gan melanjutkan tren positif sejak 2025. Tahun lalu, ia mencetak tiga rekor nasional (400m, 800m, dan 1500m gaya bebas) di Kejuaraan Akuatik Dunia. Ia juga menjadi perenang putri Singapura pertama yang lolos ke final nomor 1500m gaya bebas di ajang tersebut sejak Tao Li pada 2007. Di SEA Games 2025, Gan mendominasi nomor 200m, 400m, dan 800m gaya bebas untuk ketiga kalinya berturut-turut.
Bagi Indonesia, prestasi Gan Ching Hwee menjadi cermin sekaligus tantangan. Renang Indonesia masih terus berupaya menembus level SEA Games dan Asian Games, sementara Gan sudah rutin bersaing di Commonwealth Gamesโsetara dengan level Asian Games. Perenang seperti Gan menunjukkan bahwa atlet Asia Tenggara mampu bersaing di kancah global asalkan didukung pembinaan dan kompetisi berkualitas. Federasi Renang Indonesia (PRSI) dapat menjadikan capaian Gan sebagai tolok ukur dalam menyusun program pembinaan jangka panjang.
Ke depan, Gan Ching Hwee diproyeksikan kembali turun di nomor 800m dan 1500m pada sisa Commonwealth Games. Publik tentu menanti apakah ia mampu kembali memperbaiki catatan waktunya. Jika konsisten, bukan tidak mungkin ia akan menjadi salah satu bintang renang Asia di Olimpiade mendatang.



