Inter Kunci Masa Depan: Bisseck dan Esposito Perpanjang Kontrak hingga 2031
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan telah menyepakati perpanjangan kontrak Yann Bisseck dan Francesco Pio Esposito hingga 2031, menandai komitmen jangka panjang klub.
- Bisseck, yang sempat dikaitkan dengan Bayern Munchen, akan menerima kenaikan gaji signifikan dari €1,5 juta per musim, mencerminkan peningkatan statusnya di tim utama.
- Langkah ini menjadi penyeimbang di tengah bursa transfer Inter yang kurang produktif, dengan fokus pada stabilitas skuad dan pengembangan pemain muda.

Inter Milan memastikan masa depan dua aset mudanya dengan kesepakatan perpanjangan kontrak untuk bek Yann Bisseck dan striker Francesco Pio Esposito hingga musim panas 2031. Keputusan ini diambil di tengah kritik terhadap aktivitas transfer klub yang dinilai kurang agresif, mempertegas strategi Inter membangun fondasi jangka panjang.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport dan pakar transfer Fabrizio Romano pada Sabtu (28/9), Bisseck—yang bergabung pada 2023—akan segera menandatangani kontrak baru dengan kenaikan gaji signifikan. Pemain berusia 25 tahun itu saat ini menjadi salah satu penerima gaji terendah di skuad utama, dengan penghasilan bersih €1,5 juta per musim. Peningkatan upah ini merupakan bentuk apresiasi atas performa solidnya, sekaligus mengamankan pemain yang sempat diminati Bayern Munchen pada bursa transfer musim panas lalu.
Adapun Esposito, penyerang muda Italia berusia 19 tahun, juga akan memperpanjang masa baktinya. Ia telah mencuri perhatian di level Timnas Junior Italia dan menjadi bagian dari proyek regenerasi Inter. Perpanjangan kontraknya hingga 2031 menunjukkan keyakinan klub terhadap potensinya sebagai striker masa depan.
Langkah ini menjadi penting karena Inter menghadapi musim panas yang mengecewakan di bursa transfer: kehilangan Marco Palestra ke Chelsea dan gagal merekrut bek sayap Anan Khalaili. Dengan mengamankan kontrak pemain kunci, Inter menjaga stabilitas di tengah rivalitas dengan Juventus dan AC Milan yang lebih aktif di pasar. Bagi penggemar sepak bola Indonesia, strategi Inter ini mengingatkan pada upaya klub-klub Liga 1 mempertahankan pemain muda potensial dengan kontrak jangka panjang, seperti yang dilakukan Persija dengan Riko Simanjuntak.
“Kesepakatan ini menunjukkan Inter ingin membangun tim yang stabil dengan pemain muda berbakat. Bisseck dan Esposito adalah investasi jangka panjang,” tulis La Gazzetta dello Sport.
Ke depannya, Inter harus memastikan bahwa kenaikan gaji Bisseck tidak mengganggu keseimbangan keuangan klub, terutama dengan regulasi Financial Fair Play. Pertanyaan yang muncul: apakah kontrak jangka panjang ini akan menjadi tren di Serie A atau justru menimbulkan masalah jika performa pemain menurun? Namun, bagi Inter, langkah ini adalah taruhan yang diperlukan untuk tetap kompetitif di level domestik dan Eropa.



