Leeds Incar Roony Bardghji, Jawaban Baru untuk Raphinha yang Pernah Bersinar
Baca dalam 60 detik
- Leeds United telah menghubungi Barcelona untuk menanyakan ketersediaan Roony Bardghji, pemain sayap Swedia yang disebut mirip dengan Lamine Yamal.
- Klub Premier League itu berharap Bardghji bisa mengulangi sukses Raphinha, yang direkrut dengan risiko serupa dan kemudian dijual mahal ke Barcelona.
- Barcelona terbuka untuk melepas Bardghji secara permanen, meski pemain lebih memilih pinjaman, dengan harga yang belum ditentukan.

Leeds United bergerak cepat di bursa transfer musim panas ini dengan mengincar Roony Bardghji, pemain sayap muda Barcelona yang disebut-sebut memiliki kemiripan dengan Lamine Yamal. Klub asal Yorkshire Barat itu telah melakukan kontak awal dengan raksasa Catalan untuk menjajaki kemungkinan transfer pemain berusia 20 tahun tersebut, menurut laporan TEAMtalk.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Leeds untuk memperkuat lini serang setelah finis di peringkat ke-14 Premier League musim lalu. Manajer Daniel Farke, yang sukses menyelamatkan tim dari degradasi dengan mengubah formasi menjadi 3-5-2 atau 3-4-2-1, kini mencari tambahan amunisi di sektor sayap. Performa Dan James dan Wilfried Gnonto dinilai kurang memuaskan di kasta tertinggi, sehingga Leeds membutuhkan pemain yang bisa memberikan kreativitas dan ancaman gol dari sisi lapangan.
Bardghji, yang sebelumnya bermain untuk Copenhagen sebelum pindah ke Barcelona, hanya tampil sebagai starter dalam tujuh dari 21 pertandingan LaLiga musim ini. Namun, statistik di balik layar menunjukkan potensi besar: ia berada di peringkat atas di antara pemain seusianya dalam hal kreativitas dan dribel. Direktur olahraga Barcelona, Deco, bahkan pernah menggambarkannya sebagai pemain yang "mirip dengan Lamine (Yamal)", pujian yang tak main-main mengingat Yamal kini menjadi bintang muda dunia.
Leeds memiliki sejarah sukses merekrut pemain sayap kiri bertipe mirip. Raphinha, yang didatangkan dari Rennes pada 2020 dengan modal lima gol dan dua assist di Ligue 1, berkembang pesat di bawah asuhan Marcelo Bielsa dan Jesse Marsch. Kini, Bardghji diharapkan bisa mengikuti jejak yang sama. Dengan gaya bermain yang suka memotong dari sayap kanan menggunakan kaki kiri, ia menawarkan ancaman yang mirip dengan Raphinha dan Yamal.
Namun, risiko tetap ada. Bardghji belum membuktikan konsistensinya di level tertinggi, apalagi setelah cedera panjang. Di Barcelona, ia harus bersaing dengan Yamal dan Raphinha yang sudah mapan, sehingga menit bermain terbatas. Leeds, yang bisa menawarkan jam terbang lebih banyak di Premier League, menjadi destinasi yang menarik bagi pemain asal Swedia itu.
Barcelona sendiri dikabarkan terbuka untuk melepas Bardghji secara permanen, meskipun sang pemain lebih menginginkan peminjaman. Keputusan ini muncul setelah Barcelona mendatangkan Anthony Gordon dari Newcastle United seharga £70 juta, yang membuat persaingan di lini depan semakin ketat. Bagi Leeds, merekrut Bardghji bukan sekadar menambah opsi, tetapi juga investasi jangka panjang yang bisa bernilai tinggi jika ia mampu bersinar seperti Raphinha.
Pertanyaan besarnya: apakah Leeds berani mengambil risiko lagi, dan apakah Bardghji siap menjadi bintang baru di Elland Road? Musim panas ini akan menjadi jawabannya.



