Panggung Piala Dunia Jadi Bukti Nyata: Wrexham Kembali Melahirkan Pemain Timnas
Baca dalam 60 detik
- Bek Skotlandia Dom Hyam mengakui bahwa performa gemilang Wrexham di Championship menjadi tiketnya masuk skuad Piala Dunia 2026.
- Hyam adalah pemain Wrexham pertama yang tampil di Piala Dunia sejak Dennis Lawrence pada 2006, menandai kebangkitan klub asal Wales tersebut.
- Skotlandia akan menghadapi Brasil, Maroko, dan Haiti di Grup F, dengan Hyam bertekad membawa timnya lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya.

Pemain belakang timnas Skotlandia, Dom Hyam, menegaskan bahwa kebangkitan dramatis Wrexham AFC menjadi faktor kunci di balik kembalinya ia ke skuad utama menjelang Piala Dunia 2026. Bek berusia 30 tahun itu hanya mengoleksi satu caps senior sebelum pindah dari Blackburn Rovers ke Wrexham pada bursa musim panas 2025, namun kini ia menjadi bagian penting dalam rencana pelatih Steve Clarke.
Hyam menjadi salah satu pilar di lini pertahanan Wrexham yang sukses finis di peringkat ketujuh Championship musim lalu—prestasi luar biasa bagi klub yang baru promosi dari divisi tiga. Menurut Hyam, atmosfer kompetitif di kasta kedua Liga Inggris memberikan panggung yang ideal bagi pemain untuk menarik perhatian selektor timnas. "Klub menunjukkan perkembangan luar biasa dalam waktu singkat. Saya dan Liberato Cacace (pemain Selandia Baru) akan berlaga di Piala Dunia. Pemain Wrexham terakhir yang tampil di ajang itu adalah Dennis Lawrence, yang kebetulan pernah melatih saya di Coventry," ujarnya kepada BBC Sport Wales.
Kiprah Hyam bersama Skotlandia dimulai dengan caps perdana pada 2023, namun ia harus menanti hampir tiga tahun untuk panggilan berikutnya. Peluang itu datang pada Maret lalu saat Skotlandia menghadapi Pantai Gading di Everton. Setelah itu, ia masuk dalam skuad Piala Dunia dan baru saja mencatatkan caps ketiga dalam laga uji coba melawan Curaçao yang berakhir 4-1. "Saya hanya bisa mengontrol apa yang saya lakukan di klub. Musim yang solid bersama Wrexham jelas membantu. Agak frustrasi menunggu bertahun-tahun, tapi itulah sepak bola. Semoga saya bisa mendapat lebih banyak kesempatan," kata Hyam yang juga menjadi kapten Wrexham.
Skotlandia tergabung di Grup F bersama Brasil, Maroko, dan Haiti. Laga pembuka melawan Haiti di Gillette Stadium, Foxborough, pada 13 Juni dinilai Hyam sebagai kesempatan meraih poin penuh. "Semua pertandingan penting, tapi laga pertama memberi platform bagus untuk meraih poin maksimal. Ini tidak akan mudah, Haiti juga pasti mengincar poin dari kami," ujarnya. Setelah itu, Skotlandia akan menghadapi Maroko (19 Juni) dan ditutup dengan duel melawan Brasil di Hard Rock Stadium, Miami, pada 24 Juni.
Bagi Skotlandia, keikutsertaan di Piala Dunia 2026 adalah yang pertama sejak 1998. Hyam mengakui ada nuansa romantis dalam pertemuan dengan Brasil, namun ia menekankan pentingnya fokus pada setiap laga. "Ini akan menjadi pertandingan bersejarah. Kami semua bersemangat, tapi ada beberapa pertandingan yang sama pentingnya sebelumnya. Kami akan menikmati setiap momen," kata Hyam, yang mengaku terlalu muda untuk mengingat Piala Dunia 1998 dan baru mulai mengikuti turnamen pada 2002.
Hyam bertekad menjadi bagian dari tim Skotlandia pertama yang lolos dari fase grup Piala Dunia. "Pencapaian besar bagi Skotlandia jika bisa lolos dari grup. Itu yang menjadi target kami," tegasnya. Sementara itu, Wrexham sendiri gagal menembus play-off Championship pada hari terakhir musim lalu. Namun Hyam menolak menyebut musim tersebut sebagai kegagalan. "Kami terbiasa dengan kesuksesan dan promosi setiap musim, jadi finis ketujuh bukanlah kegagalan. Manajer Phil Parkinson sangat realistis dan bangga dengan usaha kami," ujarnya.
Menjelang musim 2026/27, Hyam optimistis Wrexham bisa bersaing lebih baik. "Akan ada banyak kerja keras dan diskusi tentang cara meningkatkan peluang. Pada akhirnya, semuanya kembali pada kerja keras, kebersamaan, dan beberapa pemain berbakat. Ada beberapa slot play-off tambahan yang membuat persaingan semakin menarik, dan kami semua lapar untuk mencoba lagi," pungkasnya. Dengan popularitas Wrexham yang melonjak berkat dokumenter "Welcome to Wrexham", Hyam juga mengaku antusias menyambut sambutan hangat di Amerika Serikat saat Piala Dunia berlangsung.



