Cedera Gilmour Mak Parah, Suporter Skotlandia Geram dengan Keputusan Pelatih
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Napoli Billy Gilmour dipastikan absen di Piala Dunia 2026 akibat cedera lutut parah yang berpotensi membuatnya libur hingga tiga bulan.
- Suporter Skotlandia memprotes keputusan pelatih yang memanggil Tyler Fletcher (MU) sebagai pengganti, menilai Lennon Miller (Udinese) lebih layak.
- Kasus ini menyoroti pentingnya manajemen cedera pemain dan dampaknya terhadap peluang tim nasional di turnamen besar.

Kabar buruk menghantam skuad Skotlandia jelang Piala Dunia 2026: gelandang Napoli Billy Gilmour dipastikan absen setelah cedera lutut yang ternyata lebih serius dari perkiraan awal. Kepastian ini memicu kemarahan suporter yang mempertanyakan kebijakan pelatih dalam menentukan penggantinya.
Gilmour mengalami cedera saat Skotlandia mengalahkan Curacao 4-1 dalam laga uji coba, Minggu (23/3). Ia harus ditarik keluar setelah terlihat kesakitan. Hasil pemindaian menunjukkan adanya robekan ligamen derajat dua di lutut kanan. Napoli, klubnya, langsung menerbangkan pemain berusia 23 tahun itu kembali ke Italia untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Media Italia, Il Mattino, melaporkan bahwa Napoli khawatir Gilmour juga mengalami kerusakan pada ligamen kolateral. Cedera ini baru bisa dipastikan setelah pembengkakan akibat robekan mereda. Jika terbukti, pemain yang menjadi andalan lini tengah Skotlandia itu bisa absen hingga tiga bulan. Artinya, ia tidak hanya melewatkan Piala Dunia, tetapi juga sebagian besar sisa musim Serie A.
Keputusan pelatih Steve Clarke untuk memanggil Tyler Fletcher, pemain muda Manchester United yang baru debut di laga kontra Curacao, sebagai pengganti Gilmour menuai kritik. Suporter menilai pengalaman Fletcher yang minim—hanya 17 menit bermain di Premier League musim ini—tidak sebanding dengan Lennon Miller, gelandang Udinese yang tampil reguler di Serie A.
Miller, yang juga berusia 19 tahun, telah mencatatkan 26 penampilan kompetitif untuk Udinese musim ini, termasuk 10 kali sebagai starter di Serie A dan Coppa Italia. Ia menyumbang satu gol dan dua assist. Sebaliknya, Fletcher baru dua kali menjadi pemain pengganti di Premier League bersama Manchester United. Perbandingan ini membuat suporter mempertanyakan objektivitas seleksi pemain.
Kontroversi ini membuka diskusi lebih luas tentang bagaimana federasi sepak bola, termasuk di Indonesia, mengelola transisi pemain cedera jelang turnamen besar. Keputusan tergesa-gesa tanpa mempertimbangkan performa terkini pemain pengganti bisa merugikan tim secara keseluruhan. Di Indonesia, kasus serupa pernah terjadi saat pemain kunci cedera menjelang Piala AFF, dan keputusan pelatih kerap menjadi sorotan publik.
Bagi Skotlandia, absennya Gilmour menjadi pukulan berat. Ia adalah motor permainan di lini tengah dan memiliki pengalaman bermain di level tertinggi bersama Napoli. Tanpa dirinya, Skotlandia harus mengandalkan pemain muda yang belum teruji di panggung sebesar Piala Dunia. Apakah keputusan memanggil Fletcher akan terbukti tepat, atau justru menjadi blunder yang menghantui perjalanan Skotlandia di Amerika? Jawabannya baru akan terlihat saat turnamen bergulir.



