Setelah Nyaris Degradasi, Tottenham Pamer Kekuatan Finansial: £237 Juta untuk Tim Impian De Zerbi
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur mengeluarkan dana transfer terbesar dalam sejarah klub, £237 juta, setelah dua musim beruntun finis di posisi ke-17 dan nyaris terdegradasi.
- Bek Mick van de Ven menyebut belanja besar ini sebagai bukti ambisi baru klub yang mengubah atmosfer tim yang sempat terpuruk.
- Pelatih Roberto de Zerbi mendapat dukungan penuh untuk membangun skuad dengan filosofi sepak bola ofensif, berbeda dari gaya pragmatis musim lalu.

Setelah dua musim beruntun finis di posisi ke-17 dan nyaris terdegradasi pada hari terakhir, Tottenham Hotspur menggelontorkan dana sebesar £237 juta pada bursa transfer musim panas ini—sebuah sinyal bahwa klub London Utara itu tidak ingin sekadar bertahan di Premier League. Langkah ini, menurut bek Belanda Mick van de Ven, merefleksikan ambisi baru yang telah mengubah atmosfer di skuad.
Manajer Roberto de Zerbi, yang mengambil alih tim dengan tujuh pertandingan tersisa musim lalu dan berhasil menyelamatkan klub dari degradasi, mendapat kepercayaan penuh untuk membangun tim impiannya. Belanja besar itu menghasilkan kedatangan gelandang Sandro Tonali dari Newcastle United, Mateus Fernandes dari West Ham United, dan rekan senegara Van de Ven, Jan Paul van Hecke, dari Brighton & Hove Albion. Lebih banyak rekrutan diperkirakan menyusul sebelum jendela transfer ditutup.
“Anda bisa melihat klub memiliki ambisi baru. Itu sangat penting bagi pemain yang sudah lama di sini. Musim lalu sangat stres dan tidak bisa diterima dari sisi kami. Meninggalkan semua itu dan memulai musim baru dengan segar sangat berarti,” ujar Van de Ven kepada BBC Sport saat tur pramusim di Sydney.
Van de Ven juga mengisyaratkan perubahan filosofi permainan. “Akan lebih banyak bermain dengan bola, lebih ofensif, dan lebih menyenangkan untuk ditonton. Itulah yang kami butuhkan karena semua orang sedikit terpuruk. Dia (De Zerbi) membawa energi positif,” tambahnya.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, berita ini menjadi sorotan mengingat Premier League memiliki basis penggemar yang sangat besar di Tanah Air. Tottenham, dengan sejarah pasang surutnya, selalu menarik perhatian. Belanja besar ini tidak hanya meningkatkan daya saing klub di liga, tetapi juga berpotensi mendongkrat popularitas dan minat sponsor dari kawasan Asia Tenggara. Investasi sebesar ini menegaskan betapa kompetitifnya Premier League, di mana klub papan tengah pun rela mengeluarkan dana fantastis untuk bersaing.
Musim depan akan menjadi ujian nyata bagi De Zerbi dan skuad barunya. Apakah dana sebesar itu cukup untuk membawa Tottenham kembali ke papan atas, atau justru menimbulkan tekanan berlebih? Yang jelas, setelah musim kelam, klub ini mengambil langkah berani untuk memulai babak baru—sebuah eksperimen yang akan dinantikan oleh jutaan pasang mata di seluruh dunia, termasuk dari Indonesia.



