Aldila Sutjiadi Tembus Perempat Final DC Open, Kokohkan Tren Positif Jelang US Open
Baca dalam 60 detik
- Pasangan Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe menaklukkan Sofia Kenin/Anastasia Potapova 6-3, 7-5 dalam 82 menit di turnamen WTA 500 Washington.
- Prestasi ini melanjutkan momentum Aldila setelah menjuarai Bad Homburg Open dan mencapai perempat final ganda campuran Wimbledon 2026.
- Hasil di Amerika Serikat menjadi batu loncatan penting menuju US Open, sekaligus mengangkat profil tenis Indonesia di level Grand Slam.

Petenis putri Indonesia Aldila Sutjiadi memastikan tempat di babak perempat final nomor ganda Mubadala Citi DC Open setelah mengatasi perlawanan pasangan Amerika-Rusia Sofia Kenin dan Anastasia Potapova dengan skor 6-3, 7-5, Selasa (27/7) waktu setempat. Kemenangan ini menegaskan konsistensi Aldila di papan atas WTA jelang gelaran Grand Slam US Open.
Bertanding di Washington, D.C., pasangan unggulan kedua itu langsung tancap gas sejak set pertama. Mereka merebut lima gim awal melalui tiga kali break servis, meskipun lawan sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 3-5. Namun, servis solid Aldila/Routliffe menutup set pertama dalam waktu 38 menit.
Set kedua berlangsung lebih alot. Kedua pasangan saling mematahkan servis hingga skor 5-5. Pada momen krusial, Aldila dan Routliffe kembali memanfaatkan break untuk unggul 6-5, lalu mengamankan gim servis terakhir dan memastikan kemenangan 7-5. Total pertandingan berlangsung satu jam 22 menit.
Menurut statistik WTA, keunggulan Aldila/Routliffe terletak pada efektivitas di momen break point. Mereka mengonversi lima dari sembilan peluang, sementara lawan hanya tiga dari delapan. Selain itu, dominasi servis pertama (71,4% poin dimenangkan) menjadi kunci untuk mengontrol ritme permainan.
Kemenangan ini melanjutkan tren positif Aldila setelah musim lapangan rumput yang gemilang. Pada akhir Juni, ia meraih gelar WTA 500 pertamanya di Bad Homburg Open bersama Routliffe. Sebelum itu, di Wimbledon 2026, Aldila menembus perempat final ganda campuran berpasangan dengan Guido Andreozzi. Konsistensi ini menempatkannya sebagai salah satu petenis ganda yang patut diperhitungkan di sirkuit elite.
Bagi tenis Indonesia, langkah Aldila di DC Open menjadi angin segar. Prestasi di turnamen level WTA 500 menunjukkan bahwa Indonesia memiliki petenis yang mampu bersaing di panggung global. Apalagi, turnamen lapangan keras di Amerika Serikat ini merupakan bagian dari persiapan menuju US Open yang akan digelar akhir Agustus. Jika Aldila mampu melaju lebih jauh, peringkat gandanya berpotensi naik signifikan.
Di babak perempat final, Aldila/Routliffe akan menghadapi pasangan tuan rumah Clervie Ngounoue dan Anna Smith. Pertandingan ini diprediksi ketat, mengingat Ngounoue/Smith mendapat dukungan penuh dari publik Washington. Namun, modal pengalaman dan kepercayaan diri dari kemenangan sebelumnya bisa menjadi pembeda.
Sementara itu, petenis Indonesia lainnya, Janice Tjen, juga akan memulai perjuangan di nomor tunggal dan ganda. Janice dijadwalkan menghadapi Rebecca Sramkova di babak pertama tunggal, sementara di ganda ia berpasangan dengan mantan juara Zhang Shuai. Keikutsertaan dua petenis Indonesia dalam satu turnamen WTA 500 menjadi bukti peningkatan kualitas tenis nasional.
Dengan tren yang terus menanjak, pertanyaan selanjutnya adalah sejauh mana Aldila bisa melangkah di US Open. Apakah ia mampu mempertahankan performa ini dan menembus babak final Grand Slam untuk pertama kalinya? Jawabannya akan mulai terlihat dalam beberapa pekan ke depan.



