KSI Tinggalkan Sidemen Setelah 13 Tahun: Fokus pada Kesehatan dan Keluarga
Baca dalam 60 detik
- YouTuber, musisi, dan juri Britain's Got Talent, KSI, mengumumkan hengkang dari grup Sidemen demi memperbaiki keseimbangan hidup.
- Keputusan ini diambil setelah pertimbangan panjang, tanpa ada konflik internal, dan menandai akhir era bagi salah satu kolektif kreator terbesar di YouTube.
- Langkah KSI mencerminkan tren global di kalangan kreator konten yang mulai memprioritaskan kesehatan mental di tengah tekanan industri hiburan digital.

KSI, nama panggung Olajide Olayinka Williams Olatunji, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari Sidemen, grup kreator YouTube yang telah ia bina selama lebih dari satu dekade. Keputusan ini diambil demi memulihkan keseimbangan hidup yang mulai goyah akibat jadwal padat sebagai YouTuber, musisi, petinju, dan juri tetap Britain's Got Talent.
Dalam video yang diunggah pada 31 Mei, KSI menyebut pengumuman ini sebagai "video tersulit yang pernah saya buat". Ia mengaku telah berbulan-bulan mempertimbangkan langkah tersebut, bolak-balik antara bertahan atau pergi. "Bahkan mengucapkan kata-kata itu dengan lantang terasa tidak nyata," ujarnya. Video tersebut menjadi penampilan terakhirnya dalam konten Sidemen.
Sidemen, yang juga beranggotakan Vikram Singh Barn, Joshua Bradley, Simon Minter, Tobi Brown, Harry Lewis, dan Ethan Payne, telah menjadi salah satu kolektif hiburan terbesar di YouTube. Berawal dari video bermain Grand Theft Auto, grup ini berkembang menjadi fenomena global dengan puluhan juta pelanggan, acara langsung yang laris, dan bahkan menjadi subjek dokumenter Netflix pada 2024. Kepergian KSI menandai titik balik bagi grup yang telah menjadi pilar industri kreator konten Inggris.
KSI menegaskan bahwa keputusannya murni pribadi dan tidak didasari konflik dengan anggota lain. "Tidak ada hal buruk yang terjadi. Ini sepenuhnya keputusan saya sendiri," katanya. Ia mengaku selama beberapa tahun terakhir merasa ditarik ke terlalu banyak arah, seperti berlari dengan kecepatan 100 mil per jam. "Saya terlalu lama berusaha menjadi segalanya untuk semua orang, tetapi mulai kehilangan keseimbangan dalam hidup saya sendiri," tambahnya.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Inggris. Di Indonesia, tren serupa mulai terlihat di kalangan kreator konten yang kerap mengalami kelelahan mental akibat tekanan jadwal produksi dan ekspektasi penonton. Beberapa YouTuber Tanah Air bahkan mengambil jeda panjang atau mengurangi frekuensi unggahan demi kesehatan mental. Langkah KSI bisa menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap industri hiburan digital, ada harga yang harus dibayar.
Dalam pernyataannya, KSI berterima kasih kepada anggota Sidemen lainnya dan tim di belakang layar. "Terima kasih untuk semua kenangan. Terima kasih untuk persahabatannya. Saya harap kalian terus mendukung mereka karena mereka layak mendapatkannya," ujarnya. Ia juga meminta penggemar untuk tetap setia pada grup yang ditinggalkannya.
Ke depan, KSI berencana fokus pada perbaikan keseimbangan kerja-hidup, kesehatan, dan waktu bersama keluarga serta pasangan. Dengan jadwal yang masih padat—musik, tinju, dan acara televisi—pertanyaannya adalah: akankah langkah ini cukup untuk memulihkan kesehatannya, atau justru menjadi awal dari perubahan besar lainnya dalam kariernya?



