Scorpion FC dan Samba Persada Women Kunci Tiket ke Putaran Nasional HYDROPLUS Soccer League
Baca dalam 60 detik
- Scorpion FC (U-15) dan Samba Persada Women (U-18) memastikan diri sebagai juara klasemen HYDROPLUS Soccer League regional Kudus, melaju ke putaran nasional.
- Kompetisi yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation ini menjadi jembatan pembinaan dari MilkLife Soccer Challenge ke level profesional, dengan empat regional.
- Putaran nasional HYDROPLUS Soccer League All-Stars akan menjadi ajang seleksi pemain untuk Timnas Indonesia Putri U-16 yang berlaga di Srikandi Merdeka Cup.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7470571/original/017295300_1780243784-Foto_01.jpg)
Pekan pamungkas HYDROPLUS Soccer League Kudus 2025/2026 di Supersoccer Arena Rendeng, Jawa Tengah, Minggu (31/5/2026), memastikan dua tim putri muda melaju ke putaran nasional: Scorpion FC di kategori U-15 dan Samba Persada Women di U-18.
Scorpion FC, yang sudah memastikan gelar juara sejak matchday sebelumnya, tetap tampil agresif meski akhirnya kalah 1-3 dari Putri Surakarta pada laga terakhir. Dengan koleksi 42 poin dari 15 pertandingan—14 kemenangan dan satu kekalahan—Scorpion FC menjadi tim paling dominan di regional Kudus. Sementara itu, Putri Surakarta yang finis sebagai runner-up juga berhak lolos ke putaran nasional.
Di kategori U-18, Samba Persada Women menutup kompetisi dengan kemenangan tipis 1-0 atas Putri Batang, mengamankan posisi puncak klasemen dengan 34 poin. Putri Batang harus puas di posisi kedua dengan 25 poin. Kedua tim ini akan mewakili Kudus di putaran nasional HYDROPLUS Soccer League All-Stars.
HYDROPLUS Soccer League merupakan inisiatif Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama HYDROPLUS untuk memperluas ruang kompetisi sepak bola putri usia muda. Kompetisi ini menjadi kelanjutan dari MilkLife Soccer Challenge (MLSC) yang membina pemain sejak U-8 hingga U-12. Menurut Program Director Teddy Tjahjono, liga ini dirancang sebagai jenjang pembinaan berkelanjutan agar bakat-bakat muda tersalurkan hingga level profesional.
"HYDROPLUS Soccer League kami buat sebagai wadah untuk melanjutkan apa yang sudah kami lakukan di MLSC. Ini merupakan jenjang pembinaan yang sangat penting supaya terus berkesinambungan," ujar Teddy. Ia menambahkan bahwa juara dan runner-up dari empat regional—Jakarta, Bandung, Kudus, dan Surabaya—akan bersaing di putaran nasional All-Stars dengan format full liga double round robin.
Putaran nasional tak hanya memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi ajang pencarian bakat untuk Timnas Indonesia Putri U-16. Tim talent scouting akan memantau para peserta All-Stars untuk direkrut memperkuat tim nasional yang akan berlaga di Srikandi Merdeka Cup pada Agustus mendatang di Supersoccer Arena Kudus. "Konsep All-Stars baru pertama kali dilakukan di Indonesia dengan format full liga double round robin, mempertemukan 8 tim dari empat regional. Nantinya akan ada tim talent scouting yang menjaring para peserta berbakat untuk timnas," jelas Teddy.
Di laga U-15, meski Scorpion FC sudah lolos, tensi tetap tinggi. Putri Surakarta tampil agresif dan menang 3-1. Striker jebolan MLSC Solo, Ika Wonda, menjadi top skor dengan 31 gol. Sementara di U-18, Samba Persada Women menang 1-0 atas Putri Batang. Dengan hasil ini, ekosistem pembinaan sepak bola putri Indonesia semakin terstruktur, dari MLSC hingga HYDROPLUS Soccer League, dan berujung pada tim nasional.
Pertanyaannya, mampukah para pemain muda ini bersaing di level nasional dan internasional? Putaran All-Stars dan Srikandi Merdeka Cup akan menjadi batu loncatan pertama untuk menguji kualitas mereka.



