Alex Scott Siap Debut di Laga Uji Coba Piala Dunia, Tuchel Beri Kesempatan
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Bournemouth Alex Scott menjadi salah satu dari lima pemain tambahan yang dibawa ke kamp pelatihan Inggris di Florida.
- Scott merupakan satu-satunya dari kelompok tersebut yang masuk dalam daftar 55 pemain sementara Piala Dunia, sehingga berpeluang menggantikan pemain cedera.
- Pelatih Thomas Tuchel memuji sikap profesional Scott setelah gagal masuk skuad inti, dan memberi kesempatan debut di laga kontra Selandia Baru atau Kosta Rika.

Gelandang Bournemouth, Alex Scott, dipastikan akan menjalani debut internasionalnya bersama Timnas Inggris dalam laga uji coba prapiala dunia melawan Selandia Baru dan Kosta Rika di Amerika Serikat. Pemain berusia 22 tahun itu menjadi sorotan setelah namanya masuk dalam skuad tambahan yang dibawa pelatih Thomas Tuchel ke kamp pemusatan latihan di Florida.
Scott tergabung dalam kelompok lima pemain suplemen—bersama Rio Ngumoha, Josh King, Jason Steele, dan Ethan Nwaneri—yang telah lebih dulu tiba di Florida. Mereka dihadirkan untuk mengisi kekosongan sementara sebelum empat pemain Arsenal (Declan Rice, Bukayo Saka, Eberechi Eze, Noni Madueke) dan kiper Crystal Palace Dean Henderson bergabung, usai tampil di final kompetisi Eropa. Henderson dijadwalkan tiba dalam 24 jam ke depan, sementara sisanya menyusul akhir pekan ini.
Yang menarik, kelima pemain tambahan itu tetap akan berada di Florida sepanjang kamp, meski skuad utama sudah lengkap. Mereka juga memenuhi syarat untuk diturunkan dalam dua laga uji coba, meski tidak termasuk dalam 26 pemain final Piala Dunia. Dari kelima nama tersebut, hanya Scott yang sebelumnya masuk dalam daftar 55 pemain sementara Piala Dunia, sehingga ia menjadi satu-satunya yang berpotensi menggantikan pemain utama jika terjadi cedera.
Keputusan Tuchel membawa pemain tambahan bukan tanpa alasan. Dalam penjelasannya, pelatih asal Jerman itu mengungkapkan bahwa Scott sempat kecewa tidak masuk skuad inti, namun menunjukkan sikap profesional yang luar biasa. “Saya sangat senang mereka bersama kami, terutama Alex. Ia ada dalam daftar 55 dan menerima telepon yang mengecewakan saat tidak masuk pemotongan pertama. Tapi reaksinya luar biasa—komitmen dan keinginan untuk tetap berada di kamp pra-piala dunia tidak pernah dipertanyakan,” ujar Tuchel. “Ia menunjukkan karakter dan semangatnya. Saya senang ia bersama kami karena keputusannya sangat tipis.”
Bagi Scott, kesempatan ini menjadi momentum penting setelah ia sempat dipanggil untuk laga melawan Serbia dan Albania pada November lalu, namun tidak dimainkan. Setelah itu, ia ditinggalkan saat melawan Jepang dan Uruguay pada Maret, dan akhirnya tidak masuk skuad final Piala Dunia. Kini, dengan kepercayaan Tuchel, ia berpeluang besar mencicipi laga internasional pertamanya sebelum libur musim panas.
Dari perspektif Indonesia, perjalanan Scott menjadi pengingat bahwa persaingan menuju Piala Dunia tidak hanya soal 26 pemain utama, tetapi juga kedalaman skuad dan mentalitas pemain cadangan. Bagi penggemar sepak bola Tanah Air, kisah ini relevan mengingat Timnas Indonesia juga tengah membangun skuad untuk kualifikasi Piala Dunia 2026. Pelajaran tentang pentingnya kesempatan kedua dan sikap profesional bisa menjadi inspirasi bagi pemain muda Indonesia yang berjuang menembus tim utama.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah Scott mampu memanfaatkan menit bermain di laga uji coba untuk merebut tempat di skuad Piala Dunia? Ataukah ia hanya akan menjadi pelapis yang kembali ditinggalkan saat turnamen dimulai? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan, saat Inggris menguji kekuatan mereka di Amerika Serikat.



