Capsey dan Knight Bawa Inggris Sapu Bersih India, Siap Gebrak Piala Dunia T20
Baca dalam 60 detik
- Alice Capsey mencetak 82 dari 43 bola, memimpin Inggris menang enam wicket atas India dan merebut seri 2-1.
- Penampilan Capsey dan kembalinya Heather Knight ke performa terbaik memberi pelatih Charlotte Edwards dilema seleksi skuad Piala Dunia T20.
- Kemenangan ini menjadikan Inggris salah satu favorit juara Piala Dunia T20 putri untuk pertama kalinya sejak 2017.

Alice Capsey tampil brilian dengan 82 run dari 43 bola, memastikan kemenangan enam wicket Inggris atas India dalam laga penentu seri T20 di Taunton, Minggu (19/7). Hasil ini sekaligus mengunci keunggulan 2-1 bagi tuan rumah menjelang Piala Dunia T20 yang akan digelar pekan depan.
Inggris yang mengejar target 181 run sempat terpuruk di awal saat kehilangan dua wicket cepat dengan skor 14-2. Namun, Capsey yang baru berusia 21 tahun justru tampil sebagai pahlawan. Ia membangun kemitraan kritis senilai 137 run bersama Heather Knight, yang juga menemukan kembali sentuhan terbaiknya setelah melalui musim panas yang sulit.
Knight mencetak 70 run tidak terkalahkan dari 42 bola, termasuk 50 run tercepatnya dalam karier internasional. Sementara Capsey melesakkan sembilan four dan tiga six, mendominasi bowler India dengan pukulan-pukulan kuat ke batas lurus. Meski Capsey akhirnya gugur saat Inggris hanya butuh enam run, tim tamu tetap menyelesaikan pengejaran dengan mudah, unggul sembilan bola.
Kemenangan ini memberikan momentum besar bagi Inggris menjelang Piala Dunia T20 yang akan mereka gelar di kandang sendiri. Tim asuhan Charlotte Edwards kini dipandang sebagai salah satu kandidat kuat juara, mengincar trofi besar pertama sejak 2017. Namun, performa Capsey justru menimbulkan dilema seleksi. Kapten Nat Sciver-Brunt akan kembali dari cedera, sehingga satu tempat di tim utama harus dikorbankan. Capsey, yang sebelumnya dianggap paling rentan tersingkir, kini justru mempertaruhkan posisi Sophia Dunkley dan Danni Wyatt-Hodge yang menjadi opener.
Dunkley, yang konsisten membuka inning di bawah Edwards, hanya mampu mencetak 16 run sebelum terjebak di deep mid-wicket. Wyatt-Hodge, yang baru kembali setelah melahirkan, hanya mengemas 5 run. Keduanya kini berada di bawah tekanan besar, sementara Capsey menunjukkan kematangan dan kebugaran yang lebih baik di tahun 2026.
Di sisi lain, bowling Inggris yang dianggap sebagai kekuatan utama justru tampil kurang meyakinkan. Linsey Smith, yang baru naik ke peringkat satu bowler T20 dunia, kebobolan 40 run dari empat over. Lauren Bell juga sempat kesulitan di awal, meski kemudian bangkit dengan slower ball yang menjebak Jemimah Rodrigues. Meski India mampu mencetak 180-5 berkat kemitraan Harmanpreet Kaur (56) dan Deepti Sharma, Inggris tetap unggul berkat performa lapangan yang solid, termasuk direct hit Sophie Ecclestone untuk merun out Yastika Bhatia.
Pertanyaan besar kini adalah apakah Inggris mampu mempertahankan performa ini di panggung dunia, sesuatu yang gagal mereka lakukan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan jadwal pemanasan melawan India dan Australia pekan depan, serta laga pembuka melawan Sri Lanka pada 12 Juni, pelatih Edwards harus segera memutuskan komposisi tim terbaik. Satu hal yang pasti: Capsey telah memberikan sinyal kuat bahwa ia layak menjadi bagian dari skuad utama.


