Panggung Megah Menyambut Piala Dunia 2026: Konser Serentak di Tiga Negara
Baca dalam 60 detik
- FIFA menggelar konser serentak di Los Angeles, Toronto, dan Mexico City pada 10 Juni 2026, malam sebelum Piala Dunia 2026 dimulai.
- Kolaborasi dengan Grammy ini menampilkan artis global seperti Major Lazer, Davido, dan Bryan Adams, disiarkan langsung di TikTok.
- Konser ini menjadi simbol persatuan tiga negara tuan rumah dan strategi FIFA memperluas pengaruh ke industri musik.
FIFA memanfaatkan momentum Piala Dunia 2026 dengan menggelar konser serentak di tiga kota besar Amerika Utara pada 10 Juni 2026, sehari sebelum turnamen bergulir. Los Angeles, Toronto, dan Mexico City akan menjadi panggung yang terhubung secara langsung dalam sebuah pertunjukan musik dan budaya yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Los Angeles menjadi tuan rumah bagi konser Amerika Serikat yang digelar di Crypto.com Arena. FIFA mengumumkan Major Lazer, grup yang digawangi Diplo, dan Davido sebagai bintang utama. Sebelumnya, Toronto telah mengumumkan Bryan Adams, Nora Fatehi, dan Wyclef Jean, sementara Mexico City menampilkan Los Angeles Azules, Belinda, dan Elena Rose. Konser ini merupakan hasil kerja sama dengan Grammy dan akan menampilkan artis-artis dari album resmi Piala Dunia 2026.
Manolo Zubiria, Chief Tournament Officer FIFA untuk Amerika Serikat, menyebut konser ini sebagai perayaan semangat dan persatuan tiga negara tuan rumah. โHanya dua hari sebelum laga pembuka di Amerika Serikat, Los Angeles akan menyuguhkan pertunjukan tak terlupakan yang memadukan musik, sepak bola, dan penggemar dari seluruh dunia,โ ujarnya. Konser ini juga menjadi bagian dari strategi FIFA untuk memperluas jangkauan ke industri hiburan, setelah sebelumnya sukses dengan konser virtual saat Piala Dunia 2022.
Bagi penggemar di Indonesia, konser ini bisa disaksikan secara daring melalui kanal digital FIFA. Meski tidak ada artis Asia yang diumumkan dalam line-up utama, kolaborasi dengan Grammy membuka peluang bagi musisi lokal untuk tampil di ajang serupa di masa depan. FIFA juga telah merilis album resmi Piala Dunia 2026 yang melibatkan musisi dari berbagai benua, menandai langkah baru dalam globalisasi merek sepak bola.
Konser serentak ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga uji coba teknologi siaran langsung multi-kota yang bisa menjadi model untuk acara olahraga mendatang. Dengan menggandeng TikTok, FIFA menyasar generasi muda yang lebih akrab dengan platform digital. Pertanyaannya, apakah inisiatif ini mampu meningkatkan engagement penonton global atau justru mengalihkan fokus dari pertandingan itu sendiri?


