Antonio Conte Minta Gaji Rp250 Miliar untuk Tangani Fenerbahce
Baca dalam 60 detik
- Dua kandidat presiden Fenerbahce mendekati Antonio Conte, namun pelatih asal Italia itu mematok gaji minimal €15 juta per tahun plus bonus €5 juta jika juara liga.
- Conte akan menjadi pelatih bebas transfer musim panas ini setelah berpisah dengan Napoli, dan ia dikaitkan dengan kursi pelatih timnas Italia atau rehat setahun.
- Negosiasi dengan Fenerbahce masih terganjal pemilihan presiden klub, sementara Conte menuntut kompensasi fantastis yang mencerminkan ambisi klub Turki mengejar Galatasaray.

Antonio Conte mematok banderol selangit untuk menukangi Fenerbahce: gaji minimal €15 juta (sekitar Rp250 miliar) per musim ditambah bonus €5 juta jika berhasil merebut gelar Liga Super Turki. Tuntutan itu disampaikan kepada dua kandidat presiden klub yang tengah bersaing dalam pemilihan, menurut laporan media Turki Fanatik.
Pelatih berusia 54 tahun itu akan menjadi agen bebas pada akhir musim ini setelah mencapai kesepakatan bersama Napoli untuk mengakhiri kontrak lebih awal. Dalam dua musim di Stadio Diego Armando Maradona, Conte mempersembahkan Scudetto dan Supercoppa Italiana. Kini, ia tengah mempertimbangkan sejumlah opsi, termasuk kembali menangani tim nasional Italia atau mengambil jeda setahun.
Fenerbahce berada dalam situasi unik karena seluruh keputusan strategis, termasuk perekrutan pelatih, harus menunggu hasil pemilihan presiden. Dua kandidat, Aziz Yildirim dan Hakan Safi, disebut telah mendekati Conte untuk memimpin proyek ambisius mereka. Klub asal Istanbul itu bertekad bangkit setelah tertinggal dari rival abadi Galatasaray dalam beberapa musim terakhir.
Bagi Conte, tawaran Fenerbahce bukan sekadar urusan finansial. Pelatih yang dikenal disiplin dan temperamental itu ingin memastikan proyek yang dijalankan memiliki ambisi juara. “Conte tidak akan menerima proyek setengah hati. Ia ingin jaminan bahwa klub siap bersaing di level tertinggi,” ujar seorang analis sepak bola Italia yang enggan disebut namanya.
Di sisi lain, Fenerbahce harus berhati-hati dengan anggaran. Gaji sebesar itu bisa mengganggu keseimbangan keuangan klub, terutama jika tidak diimbangi prestasi. Namun, jika Conte berhasil membawa Fenerbahce juara, investasi tersebut akan terbayar lunas—baik dari segi trofi maupun peningkatan pendapatan komersial.
Kabar ini juga menarik perhatian penggemar sepak bola Indonesia yang mengikuti Liga Turki. Fenerbahce memiliki basis penggemar cukup besar di Tanah Air, dan kedatangan Conte bisa meningkatkan popularitas klub di Asia Tenggara. Apakah Fenerbahce berani memenuhi tuntutan sang pelatih, atau justru beralih ke kandidat lain yang lebih realistis?



