Ruben Amorim Akui Banyak Kesalahan di Manchester United, Target Bawa AC Milan ke Level Berbeda
Baca dalam 60 detik
- Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, secara terbuka mengakui bahwa kegagalannya di Manchester United bukan semata kesalahan klub, melainkan juga akibat keputusannya sendiri.
- Amorim bertekad membangun kembali Milan dengan mengintegrasikan pemain muda dan senior, serta memanfaatkan pengalaman pahit di Old Trafford sebagai modal berharga.
- Masa depan winger Rafael Leao masih abu-abu; Amorim enggan memberi jaminan, meski pemain asal Portugal itu tengah diincar klub Turki, Fenerbahce.

Ruben Amorim secara blak-blakan mengakui kegagalannya selama menangani Manchester United bukan semata-mata kesalahan klub, melainkan juga karena keputusannya sendiri. Kini, sebagai pelatih anyar AC Milan, ia bertekad membawa Rossoneri ke level yang lebih tinggi dengan modal refleksi diri yang jujur.
Pernyataan itu disampaikan Amorim di Perth, Australia, tempat Milan menjalani tur pra-musim. Dalam sesi jumpa pers, pelatih asal Portugal itu untuk kedua kalinya berbicara kepada media sejak diperkenalkan sebagai suksesor Stefano Pioli. Ia mengaku mendapat banyak pelajaran dari masa singkatnya di Old Trafford, termasuk tekanan dari stafnya untuk tampil berbeda di Milan.
โSaya membuat banyak kesalahan. Ketika Anda melakukan refleksi dan menyadari bahwa itu bukan hanya kesalahan mereka, tetapi juga kesalahan saya, Anda bisa menjadi pelatih dan pribadi yang lebih baik,โ ujar Amorim, menegaskan bahwa kegagalan di Manchester United menjadi batu loncatan bagi kariernya. Ia juga mengaku mendapat pengertian dari manajemen Milan, terutama dari pemilik klub Gerry Cardinale, yang melihat pengalaman buruknya sebagai nilai tambah.
Amorim menggarisbawahi pentingnya keseimbangan skuat. โKami mendatangkan banyak pemain muda, dan untuk mereka sukses, kami butuh pemain senior di sekelilingnya,โ katanya. Ia menyebut perpanjangan kontrak pemain veteran Kroasia sebagai langkah strategis untuk menjaga harmoni tim. Meski demikian, Amorim enggan merinci nama pemain tersebut, hanya menekankan bahwa pengalaman adalah elemen krusial dalam membangun kembali kejayaan Milan.
Satu isu yang masih menggantung adalah masa depan Rafael Leao. Winger asal Portugal itu dilaporkan masuk dalam radar Fenerbahce. Namun, Amorim enggan memberikan jawaban pasti. โMereka adalah pemain kami sampai sesuatu terjadi. Tujuan saya adalah mempersiapkan tim untuk pertandingan pertama semua pemain akan berjuang untuk tempatnya,โ katanya, menegaskan bahwa spekulasi tidak akan mengganggu persiapan musim.
Bagi pencinta sepak bola Indonesia, pernyataan Amorim menjadi pengingat bahwa kegagalan adalah bagian tak terpisahkan dari proses seorang pelatih. Kepindahannya ke Milanโklub yang memiliki basis penggemar besar di Tanah Airโbisa menjadi contoh bagaimana introspeksi dan kerja keras dapat membawa perubahan. Apakah Amorim mampu membawa Milan bersaing dengan Inter dan Juventus di Serie A, atau akankah ia kembali menuai hasil serupa seperti di Manchester? Hanya waktu yang bisa menjawab.



