Gempa 7,1 Guncang Jepang, Puluhan Terjebak di Mal Runtuh
Baca dalam 60 detik
- Guncangan magnitudo 7,1 melanda Kyushu pada Selasa sore, memicu kepanikan dan kerusakan parah di Kota Kumamoto.
- Evakuasi massal melibatkan 150.000 warga, sementara tim penyelamat berjuang menjangkau korban di pusat perbelanjaan yang ambruk.
- Jepang, yang langganan gempa, kembali diuji kesiapsiagaan bencananyaโsebuah pengingat bagi Indonesia yang juga berada di kawasan ring of fire.

Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang barat daya Jepang pada Selasa (13/8) sore menyebabkan puluhan orang terperangkap di dalam pusat perbelanjaan Aeon Mall di Kota Kumamoto. Otoritas setempat melaporkan adanya ledakan di dalam mal tersebut, disusul oleh kepanikan massal dan kerusakan infrastruktur yang meluas.
Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA), pusat gempa berada di daratan Pulau Kyushu dengan kedalaman hanya 10 kilometer. Guncangan keras terjadi pada pukul 16.27 waktu setempat (14.27 WIB) dan langsung memicu peringatan tsunami, meskipun dicabut dalam waktu satu jam. Lebih dari 150.000 warga diinstruksikan untuk mengungsi ke tempat penampungan, sementara layanan kereta dihentikan total dan ribuan rumah kehilangan aliran listrik.
Dinas pemadam kebakaran setempat mengonfirmasi bahwa lantai dua sebuah kompleks perbelanjaan di Kota Kashima ambruk, menjebak banyak orang di dalamnya. Hingga berita ini diturunkan, tim penyelamat dari Pasukan Bela Diri Jepang, pemadam kebakaran, dan penjaga pantai masih berupaya mengevakuasi korban. Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan sedang mengumpulkan data mengenai korban jiwa dan kerusakan harta benda, namun ia mengakui sejumlah orang telah terluka.
Bagi Indonesia, yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik yang sama, gempa Jepang ini menjadi pengingat akan kerentanan terhadap bencana serupa. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui juru bicaranya menekankan pentingnya edukasi mitigasi dan sistem peringatan dini yang andal. โJepang memiliki standar bangunan tahan gempa yang ketat, tetapi tetap saja terjadi keruntuhan. Indonesia harus terus memperkuat infrastruktur dan kesiapsiagaan masyarakat,โ ujarnya dalam keterangan pers.
Para ahli geologi memperkirakan guncangan susulan yang kuat masih mungkin terjadi mengingat kedalaman gempa yang dangkal. Pemerintah Jepang mengimbau warga di daerah terdampak untuk tetap waspada dan mengikuti arahan evakuasi dari otoritas setempat. Pertanyaan yang kini mengemuka: seberapa cepat Jepang dapat memulihkan akses dan layanan dasar di tengah musim liburan yang sibuk, dan bagaimana negara-negara lain, termasuk Indonesia, dapat menyerap pelajaran dari respons tanggap darurat kali ini?



