Debutan Cape Verde Siap Bikin Kejutan di Wafcon 2026, Incar Tiket Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Tim putri Cape Verde untuk pertama kalinya tampil di Piala Afrika Wanita (Wafcon) 2026 setelah menyingkirkan Mali di babak kualifikasi.
- Penundaan turnamen diyakini menguntungkan Cape Verde yang butuh waktu tambahan untuk mematangkan strategi dan chemistry tim.
- Empat semifinalis Wafcon 2026 otomatis lolos ke Piala Dunia Wanita 2027 Brasil, menjadi motivasi ekstra bagi para peserta.

Cape Verde memulai perjalanan bersejarah mereka di ajang sepak bola wanita Afrika. Untuk pertama kalinya, tim berjuluk Blue Sharks itu akan berlaga di Piala Afrika Wanita (Wafcon) 2026 yang digelar di Maroko. Mereka tergabung di Grup D bersama Ghana, Mali, dan Kamerun, dengan laga perdana menghadapi Ghana pada Selasa (17:00 GMT).
Perjalanan Cape Verde menuju panggung utama tidaklah mudah. Tim yang baru memainkan pertandingan internasional pertama pada 2018 ini berhasil lolos setelah menyingkirkan Guinea dengan agregat 6-3 dan mengejutkan Mali di babak kualifikasi. Dalam dua edisi sebelumnyaโ2020 yang batal karena pandemi dan 2022โmereka bahkan tidak ambil bagian.
Penundaan Wafcon 2026 yang semula dijadwalkan Maret lalu menuai kritik, namun diyakini memberi berkah tersendiri bagi Cape Verde. Menurut penyerang Sandra Martins, waktu tambahan dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama tim. "Kami baru menjalani dua laga uji coba melawan Pantai Gading. Itu sangat berguna untuk mengasah strategi dan menyatukan pemain baru," ujarnya kepada BBC Sport Africa.
"Kami menargetkan meraih dua kemenangan dan mungkin lolos ke perempat final. Jika semua pemain bekerja keras, kami punya peluang untuk melaju ke fase berikutnya," kata Martins.
Turnamen ini tidak hanya memperebutkan gelar juara Afrika, tetapi juga tiket menuju Piala Dunia Wanita 2027 di Brasil. Empat tim semifinalis langsung memastikan tempat, sementara empat yang kalah di perempat final akan bersaing dalam play-off antar-konfederasi untuk dua slot tersisa. Bagi Cape Verde, ini adalah kesempatan emas untuk menorehkan sejarah.
Martins, yang lahir di Portugal dan besar di Inggris, menjadi salah satu motor utama tim. Pemain London Bees ini mengaku langsung merasa cocok dengan skuad Cape Verde meski memiliki aksen berbeda. "Mereka tertawa dengan logat saya, tetapi sangat ramah. Kami langsung akrab," kenangnya. Ia memulai debut internasional pada leg pertama kualifikasi melawan Mali Oktober lalu, meski harus absen di leg kedua karena sakit. Saat itu, Cape Verde menang dramatis 4-2 setelah mengalami mati lampu di babak kedua.
Euforia kualifikasi terasa hingga ke Tanjung Verde. Sekembalinya ke Praia, ratusan warga menyambut para pemain di bandara. "Saat peluit akhir berbunyi, semua histeris. Persaudaraan sejati telah terbentuk," kata Martins.
Kesuksesan Cape Verde di Wafcon 2026 juga menjadi inspirasi bagi negara-negara berkembang lainnya, termasuk Indonesia. Tim putri Indonesia masih berjuang untuk menembus level tertinggi Asia, dan kisah Cape Verde menunjukkan bahwa dengan perencanaan matang serta pemanfaatan diaspora, peluang untuk bersaing di panggung dunia bisa terbuka. Momentum yang dibangun dari kesuksesan tim putra di Piala Dunia 2022 turut mendongkrak popularitas sepak bola wanita di negara kepulauan Atlantik itu.
"Popularitas sepak bola wanita jelas meningkat. Kami mendapat banyak dorongan dari keberhasilan tim putra. Seluruh negeri mendukung kami, dan energi itu pasti akan sampai ke Maroko," ujar Martins optimistis.
Dengan semangat underdog yang pernah ditunjukkan tim putra saat nyaris mengalahkan Argentina di Piala Dunia 2022, Cape Verde siap membuat kejutan lain di Wafcon 2026. Mampukah mereka melangkah jauh dan mengamankan tiket ke Brasil? Jawabannya akan dimulai dari pertandingan melawan Ghana.



