Chiellini Tolak Tawaran Timnas Italia: Saya Bahagia di Juventus
Baca dalam 60 detik
- Giorgio Chiellini secara tegas membantah minatnya menjadi direktur teknik Timnas Italia usai mundurnya Paolo Maldini dan Leonardo.
- Eks kapten Azzurri itu menegaskan komitmen penuh pada perannya sebagai Chief Club Affairs Officer Juventus.
- Keputusan Chiellini mempersempit opsi FIGC yang kini mengarah pada Roberto Mancini sebagai pelatih kepala baru.

Mantan kapten timnas Italia, Giorgio Chiellini, memastikan dirinya tidak akan mengisi posisi direktur teknik yang ditinggalkan Paolo Maldini dan Leonardo. Di hadapan awak media di markas FIGC Roma, Selasa (12/11), Chiellini secara gamblang menyatakan bahwa ia betah dengan peran barunya sebagai Chief Club Affairs Officer Juventus dan tak berniat pindah ke federasi.
โSaya hanya ingin meluruskan pemberitaan beberapa media belakangan ini. Saya sangat bahagia dengan pekerjaan saya di Juventus, mendukung Carnevali dan klub saat ini maupun ke depan,โ ujar Chiellini menepis spekulasi yang merebak setelah kepergian Maldini dan Leonardo pada Senin.
Pengunduran diri dua legenda sepak bola Italia itu dipicu oleh penolakan Presiden FIGC Giovanni Malagรฒ terhadap penunjukan Andrea Pirlo sebagai direktur teknis. Penolakan tersebut dikaitkan dengan kontroversi peran Pirlo sebagai duta merek perusahaan taruhan asal Rusia. Kekosongan struktural itu sempat membuka peluang bagi Chiellini untuk kembali mengabdi pada tim nasional, tetapi ia memilih bertahan di Turin.
Chiellini, yang mempersembahkan gelar juara Euro 2020 sebagai kapten Azzurri, kini menjabat sebagai Chief Club Affairs Officer sejak pensiun pada 2023. Perannya mencakup pengembangan klub dan hubungan dengan pemain, sebuah posisi strategis yang menurutnya masih memberikan tantangan dan kepuasan.
Konteks Indonesia
Bagi pencinta sepak bola Indonesia yang mengikuti Serie A dan timnas Italia, keputusan Chiellini menjadi cerminan dinamika transisi di kubu Azzurri. Pasca kegagalan lolos ke Piala Dunia 2022, Italia masih mencari formula baru untuk bangkit. Ketidakstabilan di FIGC menambah daftar pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, sementara para pemain dan penggemar berharap ada figur kuat yang bisa memulihkan kejayaan.
Dengan Chiellini tidak tersedia, FIGC kini memfokuskan perhatian pada Roberto Mancini sebagai calon pelatih kepala. Mantan arsitek sukses Euro 2020 itu diyakini akan diusulkan presiden FIGC dalam rapat federal yang sedang berlangsung, meskipun harus melalui berbagai pertimbangan politik internal.
Pertanyaan yang mengemuka: mampukah FIGC keluar dari belitan kontroversi dan menyusun tim teknis yang solid? Atau, seperti Chiellini, para legenda justru memilih peran di klub untuk menghindari riak-riak politik federasi yang kerap tak menentu?



