Real Betis Terpaksa Lepas Bintang Muda, Aston Villa dan Everton Bersaing
Baca dalam 60 detik
- Real Betis mengakui kemungkinan kehilangan Abde Ezzalzouli karena klausul rilis £52 juta yang menarik minat klub Premier League.
- Aston Villa, dengan tiket Liga Champions, unggul dalam perburuan dibandingkan Everton yang gagal lolos ke Eropa.
- Ezzalzouli, yang mencetak 28 gol musim ini, dianggap sebagai solusi jangka panjang bagi lini serang kedua klub.
Klub La Liga Real Betis mulai pasrah melepas Abde Ezzalzouli pada bursa transfer musim panas ini setelah sang pemain menarik minat sejumlah klub Premier League, termasuk Aston Villa dan Everton. Dengan klausul rilis mencapai €60 juta atau sekitar £52 juta, winger berusia 24 tahun itu menjadi target utama kedua tim Inggris yang haus akan amunisi baru di lini depan.
Aston Villa, yang baru saja memastikan tiket ke Liga Champions musim depan, berada dalam posisi lebih kuat secara finansial dan daya tarik. Keberhasilan Unai Emery membawa The Villans ke kompetisi elite Eropa memberi mereka lisensi untuk berbelanja pemain mahal tanpa terbebani aturan Profit and Sustainability (PSR) secara berlebihan. Sebaliknya, Everton yang musim ini gagal menembus zona Eropa harus berpikir ulang untuk mengeluarkan rekor transfer demi mengamankan jasa Ezzalzouli.
Menurut laporan TeamTalk, Real Betis sudah mengantisipasi kepergian pemain yang sempat menjadi bagian dari akademi Barcelona itu. Performa impresif Ezzalzouli musim ini—terlibat dalam 28 gol di semua kompetisi—membuatnya menjadi andalan Betis sekaligus incaran banyak klub. Bahkan City Football Group, jaringan klub milik penguasa Manchester City, dikabarkan juga siap bergerak.
Yang membuat Ezzalzouli begitu menarik adalah kemampuannya dalam duel satu lawan satu. Scout Como, Ben Mattinson, bahkan membandingkan gaya bermainnya dengan bintang Paris Saint-Germain, Khvicha Kvaratskhelia. Statistik membuktikan: musim ini Ezzalzouli mencatat 39 take-on sukses, hanya terpaut lima dari 44 milik Kvaratskhelia. Meski masih perlu membuktikan konsistensi di level tertinggi, potensinya tak diragukan lagi.
Bagi Aston Villa, kehadiran Ezzalzouli bisa menjadi jawaban atas kebutuhan sayap yang tajam dan konsisten. Selama ini Villa sering mengandalkan pinjaman atau pemain yang belum terbukti di Premier League. Dengan dana yang tersedia, memicu klausul rilis bukanlah langkah mustahil. Sementara Everton, yang tengah membangun kembali identitas di bawah manajer anyar, mungkin harus gigit jari jika gagal bersaing secara finansial.
Dari sisi regulasi, ketertarikan klub-klub Premier League terhadap pemain La Liga menunjukkan pergeseran strategi belanja. Alih-alih memburu pemain mahal dari liga top Eropa, klub Inggris kini mulai melirik talenta muda dengan potensi jual tinggi. Ezzalzouli, yang pernah gagal bersinar di Barcelona, menjadi contoh bagaimana lingkungan baru bisa memoles performa.
Pertanyaan besarnya: akankah Aston Villa memanfaatkan momentum Liga Champions untuk mengamankan tanda tangan Ezzalzouli, atau justru Everton yang berani mengambil risiko dengan rekor transfer? Satu hal pasti, Real Betis sudah siap melepas aset berharganya ke klub mana pun yang mampu membayar.



