Atletico Madrid Sindir Barcelona dengan Tawaran Konyol untuk Lamine Yamal
Baca dalam 60 detik
- Atletico Madrid mengolok-olok Barcelona dengan menawarkan tiket konser dan langganan koran untuk pemain muda Lamine Yamal sebagai balasan atas upaya Barca merekrut Julian Alvarez.
- Klub asal Madrid itu menuduh Barcelona menggunakan pengaruh politik untuk mendaftarkan pemain dan merujuk pada skandal pembayaran kepada mantan wakil ketua komite wasit Spanyol.
- Perseteruan kedua klub memanas di media sosial, dengan Atletico memperingatkan publik untuk tidak mudah percaya pada informasi palsu di era digital.

Atletico Madrid melancarkan serangan sarkastik ke Barcelona di media sosial Jumat malam, menawarkan empat tiket konser Bad Bunny, langganan tahunan koran ABC, dan sekantong biji bunga matahari sebagai imbalan untuk pemain muda Lamine Yamal. Tawaran konyol itu merupakan respons atas upaya Barcelona yang disebut-sebut ingin merekrut striker Julian Alvarez dari Atletico.
Perseteruan transfer antara dua raksasa La Liga itu memanas setelah laporan bahwa Barcelona telah membuka negosiasi untuk memboyong Alvarez, pemain Argentina berusia 26 tahun yang musim ini mencetak 20 gol di semua kompetisi. Menurut kolumnis BBC Sport Guillem Balague, Barca siap menawarkan 90 juta euro (sekitar Rp1,5 triliun) untuk sang pemain. Namun, Atletico diperkirakan akan menolak tawaran tersebut.
Alih-alih bernegosiasi secara serius, Atletico justru memilih jalur satire. Dalam unggahan yang viral, mereka mengklaim telah mengirimkan faks ke Barcelona dengan proposal transfer untuk Lamine Yamal: empat tiket konser Bad Bunny, langganan ABC, dan sekantong biji bunga matahari. “Kami menunggu jawaban untuk menyiapkan pengumuman,” tulis mereka. Tak berhenti di situ, mereka juga membuat tawaran palsu untuk Pedri dan Raphinha, lengkap dengan gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang mengenakan seragam Atletico.
Atletico juga menyindir kesalahan presiden klub mereka, Enrique Cerezo, yang pernah menyebut nama “Tom Ford dan Smith” sebagai pemain Atletico—padahal itu adalah nama merek parfum dan tidak ada hubungannya dengan sepak bola. Dalam tawaran untuk Raphinha, mereka bercanda meminjamkan “Tom Ford dan Smith” sebagai ganti pemain Brasil itu.
Di balik guyonan itu, Atletico menyampaikan pesan serius. Mereka menuduh Barcelona melancarkan kampanye hitam terhadap salah satu pemain mereka, menyebarkan berita palsu, dan menggunakan pengaruh politik untuk mendaftarkan pemain. Tuduhan itu merujuk pada skandal Negreira, di mana Barcelona diduga membayar Jose Maria Enriquez Negreira, mantan wakil ketua komite wasit Spanyol. Barcelona membantah tuduhan tersebut, dan penyelidikan masih berlangsung.
Perseteruan ini bukan yang pertama. Pada 2019, Atletico menuduh Barcelona tidak menghormati mereka saat merekrut Antoine Griezmann. Griezmann akhirnya pindah ke Camp Nou, tetapi kembali ke Atletico dua tahun kemudian. Kini, Griezmann berusia 35 tahun dan dikabarkan akan bergabung dengan Orlando City di MLS musim panas ini.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, rivalitas Barcelona-Atletico selalu menarik karena melibatkan pemain bintang dan drama transfer. Namun, yang lebih relevan adalah bagaimana klub sepak bola kini menggunakan media sosial sebagai senjata untuk memengaruhi opini publik. Atletico sendiri mengingatkan, “Kami hanya butuh lima menit untuk membuat unggahan palsu ini. Jangan percaya semua yang Anda lihat, terutama jika terkait Barca.”
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: akankah Barcelona benar-benar mendapatkan Alvarez, atau justru terjebak dalam perang urat syaraf yang bisa merusak hubungan kedua klub? Satu hal yang pasti, persaingan di La Liga tidak pernah berhenti menghibur—baik di atas lapangan maupun di dunia maya.



