Real Madrid Kembali Puncaki Daftar Klub Termahal Dunia Versi Forbes
Baca dalam 60 detik
- Forbes menempatkan Real Madrid sebagai klub sepak bola paling bernilai dengan valuasi $9,5 miliar, unggul atas Barcelona dan Manchester United.
- Liga Premier Inggris mendominasi dengan 11 klub dalam 30 besar, sementara La Liga hanya memiliki tiga wakil.
- Nilai rata-rata 30 klub terkaya naik 21% menjadi $2,9 miliar, menandakan pertumbuhan industri sepak bola global yang pesat.

Real Madrid kembali dinobatkan sebagai klub sepak bola paling bernilai di dunia menurut daftar tahunan Forbes, dengan valuasi mencapai $9,5 miliar atau sekitar Rp 148 triliun. Posisi ini menegaskan dominasi raksasa Spanyol tersebut di panggung finansial global, meskipun dalam dua musim terakhir prestasi di lapangan tidak sepenuhnya gemilang—hanya finis kedua di La Liga dan tersingkir di perempat final Liga Champions.
Barcelona berhasil naik ke peringkat kedua dengan nilai $7,5 miliar, menggeser Manchester United yang kini berada di posisi ketiga dengan valuasi $7,2 miliar. Kenaikan Barcelona ini menarik karena klub tersebut masih dalam proses pemulihan finansial setelah krisis utang yang berkepanjangan. Sementara itu, Manchester United justru mengalami penurunan performa di lapangan—finis di peringkat ke-15 Premier League musim 2024-2025 dan kalah di final Liga Europa—namun nilai komersialnya tetap tinggi berbasis pendapatan $865 juta.
Liga Premier Inggris kembali mendominasi daftar dengan enam klub di sepuluh besar dan total 11 wakil dalam 30 besar. Liverpool yang sukses merebut gelar juara Premier League musim lalu tetap bertahan di peringkat keempat ($6,2 miliar), sementara Manchester City turun ke posisi ketujuh ($5,5 miliar). Paris Saint-Germain, yang menjadi juara Eropa musim 2024-2025, naik ke peringkat kelima ($5,8 miliar), menggeser Bayern Munich yang stagnan di posisi keenam.
Arsenal yang baru saja memutus puasa gelar Premier League selama 22 tahun menempati peringkat kedelapan ($5,4 miliar) dan berpotensi naik tahun depan jika berhasil mengalahkan PSG di final Liga Champions. Chelsea ($4,2 miliar) dan Tottenham Hotspur ($3 miliar) melengkapi posisi kesepuluh besar.
Menariknya, hanya tiga klub La Liga yang masuk 30 besar—Real Madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid di peringkat ke-11. Ini menunjukkan kesenjangan finansial yang semakin lebar antara dua raksasa Spanyol dengan klub lainnya di liga yang sama. Sebaliknya, Premier League memiliki distribusi kekayaan yang lebih merata, dengan klub seperti Aston Villa ($1,4 miliar), Newcastle United ($1,25 miliar), dan bahkan Brighton & Hove Albion ($910 juta) masuk dalam daftar.
Dari sisi geografis, daftar ini juga mencerminkan globalisasi sepak bola. Selain dominasi Eropa, terdapat tujuh klub Major League Soccer (MLS) yang masuk, menandakan pertumbuhan pasar Amerika Utara. Italia menyumbang empat klub Serie A, Jerman tiga dari Bundesliga, serta masing-masing satu wakil dari Ligue 1 Prancis dan Primeira Liga Portugal.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, daftar Forbes ini menjadi cermin betapa besarnya nilai ekonomi di balik industri sepak bola global. Meskipun klub-klub Indonesia belum mendekati angka tersebut, pertumbuhan nilai rata-rata 21% dalam setahun menunjukkan bahwa sepak bola tetap menjadi ladang investasi yang menjanjikan. Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah klub-klub Asia Tenggara, termasuk Indonesia, bisa mulai menembus papan atas daftar ini dengan strategi pengembangan bisnis yang lebih agresif.



