Tottenham Genjot Perburuan Gelandang Muda Roma Niccolò Pisilli
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan tengah melakukan pembicaraan internal untuk merekrut gelandang AS Roma, Niccolò Pisilli, di bursa transfer musim panas.
- Pemain berusia 21 tahun itu dihargai sekitar €35 juta dan menjadi incaran Newcastle United serta Juventus.
- Gaya bermain Pisilli yang agresif dalam pressing dan transisi diyakini cocok dengan skema Roberto De Zerbi di Tottenham.

Tottenham Hotspur belum puas dengan dua rekrutan awal mereka. Kini, manajemen klub London Utara itu dikabarkan mulai membahas kemungkinan mendatangkan gelandang muda AS Roma, Niccolò Pisilli, sebagai tambahan amunisi lini tengah.
Setelah nyaris terdegradasi dan finis di peringkat 17 pada musim lalu, Tottenham berbenah besar-besaran. Dua nama, Andy Robertson dan Marcos Senesi, sudah dipastikan bergabung untuk mengawali era Roberto De Zerbi. Namun, menurut laporan Sports Boom, para petinggi Spurs juga menggelar diskusi internal soal Pisilli. Gelandang Italia berusia 21 tahun itu juga diminati Newcastle United dan Juventus, tetapi Tottenham berusaha mendahului.
Nilai transfer Pisilli diperkirakan mencapai €35 juta atau sekitar £30 juta—angka yang dinilai tidak memberatkan Tottenham berkat penjualan pemain yang efisien. Musim lalu, Pisilli tampil dalam 21 pertandingan Serie A dan mencatatkan enam kontribusi gol. Ia juga menunjukkan kemampuan bertahan yang impresif dengan 76 kali recoveries, hampir 40 lebih banyak dari Lucas Bergvall, rekan setimnya nanti.
Kebutuhan Tottenham akan gelandang pekerja keras sangat mendesak. De Zerbi dikenal dengan sistem sepak bola menekan tinggi dan transisi cepat. Pisilli, yang juga berpaspor Italia, dinilai memiliki profil ideal untuk mengisi peran tersebut. "Dia adalah pemain yang cocok dengan filosofi De Zerbi," ujar seorang analis sepak bola Italia yang enggan disebutkan namanya. "Kemampuannya merebut bola dan memulai serangan balik sangat langka untuk pemain seusianya."
Bagi Indonesia, pergerakan Tottenham ini menarik untuk dicermati. Klub-klub Eropa kini semakin agresif merekrut pemain muda berbakat dari Serie A, yang dulu lebih sering menjadi tujuan akhir karier. Jika Pisilli pindah ke Premier League, ia akan bergabung dengan deretan pemain Italia lain yang sukses di Inggris, seperti Jorginho atau Gianluigi Donnarumma. Ini juga menjadi sinyal bahwa pasar pemain Italia kembali bergairah, membuka peluang bagi pemain Asia Tenggara untuk bersaing di level tertinggi.
Dengan tiga pemain baru—Robertson, Senesi, dan potensial Pisilli—Tottenham berharap bisa bangkit dari keterpurukan. Namun, masih ada pertanyaan besar: apakah De Zerbi mampu mengembalikan kejayaan klub yang terakhir kali finis di papan atas pada 2019? Ataukah ini hanya langkah awal dari proyek jangka panjang yang belum tentu membuahkan hasil?



