Lubang Raksasa di Lenteng Agung: Ancaman Infrastruktur yang Kian Nyata bagi Warga Jakarta
Baca dalam 60 detik
- Jalan Raya Lenteng Agung ambles pada Kamis malam, menciptakan lubang sedalam 2-3 meter yang memicu kemacetan parah di jalur penghubung Jakarta-Depok.
- Seorang pengendara motor terperosok ke dalam lubang, namun berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa; polisi menutup sebagian lajur untuk keselamatan.
- Peristiwa ini menyoroti kerentanan infrastruktur Jakarta terhadap penurunan tanah dan cuaca ekstrem, memicu pertanyaan tentang kesiapan pemerintah dalam mitigasi bencana.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7250535/original/086247000_1780036645-am1.jpg)
Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, ambles pada Kamis malam, 28 Mei 2026, sekitar pukul 22.30 WIB, meninggalkan lubang besar sedalam 2 hingga 3 meter dengan panjang mencapai 4 meter yang langsung mengganggu arus lalu lintas dari Jakarta menuju Depok.
Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kemacetan parah di jalur utama tersebut, tetapi juga nyaris merenggut korban jiwa. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan terperosok ke dalam lubang sebelum akhirnya berhasil dievakuasi secara gotong royong oleh warga dan petugas dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan segera menutup sebagian lajur jalan untuk mencegah kecelakaan lebih lanjut. Kendaraan yang melintas dari arah Pasar Minggu menuju Depok hanya bisa menggunakan satu lajur sisa secara bergantian, memperparah kemacetan yang sudah menjadi langganan di kawasan tersebut.
Konteks Indonesia: Kejadian ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah dan pusat mengenai kondisi infrastruktur di Jakarta yang rentan terhadap amblesan. Fenomena penurunan tanah (land subsidence) di Jakarta sudah lama menjadi perhatian para ahli, diperparah oleh eksploitasi air tanah yang berlebihan dan beban bangunan yang masif. Cuaca ekstrem yang kerap melanda ibu kota juga mempercepat kerusakan jalan. Bagi warga Depok dan Jakarta Selatan yang setiap hari bergantung pada jalur Lenteng Agung, insiden ini menambah daftar panjang ketidaknyamanan akibat infrastruktur yang tidak memadai.
โKami sudah sering melaporkan kondisi jalan yang bergelombang dan retak-retak, tapi tidak ada tindakan berarti. Sekarang baru terjadi amblesan besar,โ ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Ke depan, pemerintah perlu segera melakukan audit menyeluruh terhadap kondisi jalan-jalan utama di Jakarta, terutama yang berada di atas tanah lunak atau dekat dengan aliran sungai. Tanpa langkah preventif yang serius, bukan tidak mungkin peristiwa serupa akan terulang di titik-titik lain, mengancam keselamatan pengguna jalan dan mengganggu aktivitas ekonomi. Pertanyaannya, seberapa cepat respons pemerintah sebelum korban jiwa benar-benar berjatuhan?



