Ledakan Bom PD II di Biak: Lima Tewas, Tiga Masih Dicari
Baca dalam 60 detik
- Bom sisa Perang Dunia II meledak di kompleks perikanan Biak, menewaskan lima orang dan melukai 19 lainnya.
- Tiga warga dilaporkan hilang dan pencarian terkendala karena lokasi kejadian belum dinyatakan aman.
- Insiden ini merusak sembilan rumah dan memaksa 55 warga mengungsi ke penampungan Pemda Biak Numfor.

Ledakan bom peninggalan Perang Dunia II mengguncang Kompleks Perikanan di Jalan Wolter Monginsidi, Biak, Minggu (31/5) siang, menewaskan lima orang dan melukai 19 lainnya. Tiga warga masih dinyatakan hilang dan pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengungkapkan bahwa ketiga korban hilang adalah Yulianus Raubaba (26), Lae Madura (45), dan Abis Marandof (27). Hingga Senin (1/6) sore, pencarian masih difokuskan di area pantai karena lokasi kejadian perkara (TKP) dinilai belum aman untuk dimasuki. "Pencarian saat ini masih dipusatkan di lini luar, yakni di bagian pantai, karena untuk melakukan pencarian di sekitar TKP masih dinilai belum aman," ujar Ari.
Lima jenazah korban ledakan telah dimakamkan pada Senin di TPU Inggiri, Biak, diiringi isak tangis warga dan keluarga. Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito mengidentifikasi para korban tewas sebagai Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), dan Isril Raubaba (5). Insiden ini juga mengakibatkan sembilan rumah rusak yang dihuni 10 kepala keluarga, dengan total 55 jiwa terdampak.
Pemerintah Daerah Biak Numfor telah menyediakan penampungan bagi para pengungsi. "Memang sebanyak 55 orang dilaporkan mengungsi itu kini ditampung di penampungan yang disediakan Pemda Biak," kata Cahyo. Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya laten sisa-sisa perang yang masih tersebar di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di kawasan yang menjadi medan pertempuran sengit pada Perang Dunia II.
Ledakan bom sisa perang bukanlah kejadian pertama di Indonesia. Pada 2017, sebuah bom serupa meledak di Biak dan menewaskan satu orang. Di Papua, banyak lokasi bekas pertempuran Perang Dunia II masih menyimpan amunisi aktif yang belum terdeteksi. Pemerintah daerah dan TNI diharapkan meningkatkan upaya pembersihan dan sosialisasi bahaya benda-benda mencurigakan kepada masyarakat.
Pertanyaan yang kini mengemuka: apakah pemerintah memiliki peta risiko dan anggaran yang cukup untuk mensterilkan wilayah bekas perang? Tanpa langkah sistematis, ledakan serupa bisa kembali terjadi, mengancam keselamatan warga yang tinggal di sekitar area bekas medan tempur.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7762684/original/039165800_1780572551-IMG_7872.jpeg)