Kebakaran Kemayoran: 250 Rumah Ludes, 330 KK Terdampak
Baca dalam 60 detik
- Kebakaran di Kebon Kosong, Kemayoran, menghanguskan 250 rumah dan mempengaruhi 330 kepala keluarga pada Senin malam.
- Pemerintah mendirikan posko pengungsian di Lapangan Jusuf Hamka serta menyiapkan logistik melalui BPBD, Dinas Sosial, PMI, dan Baznas.
- Penyebab diduga korsleting listrik; 35 unit mobil pemadam dan 165 personel dikerahkan, dan opsi relokasi warga akan dibahas setelah tanggap darurat.

Sebanyak 250 unit rumah dan 330 kepala keluarga (KK) di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, harus menanggung dampak kebakaran hebat yang terjadi pada Senin (1/6) malam. Api yang mulai berkobar sekitar pukul 20.55 WIB di Kampung Pasar Haji Ung itu dengan cepat melahap permukiman padat penduduk, memaksa ratusan warga berhamburan menyelamatkan diri dan barang berharga.
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, mengungkapkan bahwa pendataan korban terdampak tengah dilakukan secara intensif. Wilayah yang tercakup meliputi RW 04 (RT 12, 13, 14, 15, dan 16) serta RW 05 (RT 01, 02, dan 03). Pemerintah menyiapkan Lapangan Jusuf Hamka di Jalan Benyamin Suaeb sebagai titik pengungsian sementara agar koordinasi bantuan dan pendataan lebih efektif.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, tiga tenda telah didirikan oleh Dinas Sosial DKI Jakarta, sementara mobil logistik dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah tiba di lokasi. Safrizal menambahkan bahwa data yang dikumpulkan juga akan mencakup informasi usia sekolah anak-anak, guna memastikan pendidikan mereka tidak terganggu selama masa darurat.
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara, memastikan pasokan air di lokasi mencukupi untuk proses pemadaman. Timnya juga sigap memberikan bantuan medis kepada warga yang mengalami luka ringan atau sesak napas akibat asap. Beberapa korban telah dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
Salah seorang warga, Supriatin, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Gabungan RT 12โ16 RW 04, menceritakan momen mencekam saat api mulai mendekati rumahnya. โSaya baru pulang ngojek, apinya sudah besar. Saya panik karena istri saya sedang sakit di rumah,โ ujarnya. Istrinya sempat mengalami sesak napas akibat asap tebal, namun beruntung seluruh anggota keluarganya yang berjumlah tiga orang berhasil selamat.
Pemerintah belum memutuskan langkah jangka panjang bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Safrizal menyatakan bahwa setelah situasi darurat mereda, akan dilakukan inventarisasi bangunan dan diskusi mengenai kemungkinan relokasi ke hunian yang lebih aman. โNanti setelah semua kedaruratan ini selesai baru kita diskusikan seperti apa proses bagi warga masyarakat,โ katanya. Pertanyaan yang kini mengemuka: akankah kawasan padat seperti Kebon Kosong mendapatkan solusi tata ruang yang lebih baik untuk mencegah tragedi serupa terulang?

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7762684/original/039165800_1780572551-IMG_7872.jpeg)