Kloter Pertama Haji Banten Tiba Selasa, Tiga Jemaah Meninggal
Baca dalam 60 detik
- Sebanyak 390 jemaah haji embarkasi Banten akan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa pagi, berkurang tiga orang dari jumlah awal akibat kematian.
- Dua jemaah meninggal sebelum keberangkatan dan satu lainnya wafat di Arab Saudi, menjadi pengingat risiko kesehatan dalam ibadah haji.
- Pemulangan jemaah gelombang kedua berlangsung hingga 29 Juni 2026, dengan prosedur ketat di asrama haji tanpa penyambutan keluarga.

Kelompok terbang pertama jemaah haji asal Banten dijadwalkan mendarat di Tanah Air pada Selasa (2/6) pukul 09.45 WIB, menandai awal fase pemulangan musim haji 2026. Sebanyak 390 orang—terdiri dari 386 jemaah dan empat petugas—akan tiba di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah diterbangkan dari Jeddah menggunakan Garuda Indonesia.
Jumlah tersebut menyusut tiga orang dari total 393 calon jemaah yang semula diberangkatkan. Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Banten, Nasrul Latif, mengonfirmasi bahwa dua jemaah meninggal dunia sebelum keberangkatan dan satu lainnya wafat selama menjalani rangkaian ibadah di Arab Saudi. "Jadi yang pulang ada 390 orang, 386 jemaah haji dan 4 petugas," ujarnya, Senin (1/6).
Kepulangan kloter pertama ini menjadi momen yang dinanti, namun juga menyisakan duka bagi keluarga yang kehilangan. Secara nasional, angka kematian jemaah haji selalu menjadi perhatian serius, mengingat kondisi fisik dan cuaca ekstrem di Tanah Suci. Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa pada musim haji sebelumnya, tingkat mortalitas jemaah Indonesia berkisar 0,2–0,3 persen, dengan penyebab utama penyakit kardiovaskular dan gangguan pernapasan.
Setibanya di bandara, para jemaah akan langsung diangkut menuju Asrama Haji Cipondoh untuk menjalani proses seremonial penyambutan oleh Gubernur Banten, Andra Soni. Namun, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, keluarga tidak diperkenankan hadir di asrama. "Saat nanti di asrama haji, para jemaah hanya mengambil air zam-zam. Tidak ada penyambutan keluarga di asrama haji," tegas Nasrul. Kebijakan ini diambil untuk menghindari kerumunan dan memperlancar proses administrasi kepulangan.
Setelah beristirahat sejenak, jemaah akan diberangkatkan ke kampung halaman masing-masing. Prosesi ini menjadi bagian dari Rencana Perjalanan Haji (RPH) 2026, di mana pemulangan gelombang kedua akan berlangsung secara bertahap hingga 29 Juni mendatang. Bagi Indonesia, kepulangan jemaah haji bukan sekadar akhir perjalanan ibadah, tetapi juga momentum ekonomi—setiap jemaah rata-rata membawa oleh-oleh dan air zam-zam yang bernilai miliaran rupiah secara agregat.
Kehilangan tiga jemaah dalam satu kloter menjadi pengingat bahwa ibadah haji tetap memiliki risiko tinggi, terutama bagi lansia dan mereka dengan penyakit bawaan. Kementerian Kesehatan sebelumnya telah mengimbau agar jemaah melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebelum berangkat. Pertanyaan yang mengemuka: apakah sistem pemeriksaan dan pendampingan medis selama di Arab Saudi sudah cukup optimal untuk menekan angka kematian di masa mendatang?
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7762684/original/039165800_1780572551-IMG_7872.jpeg)
