PSI Minta Jokowi Tegaskan Dukungan ke Prabowo-Gibran saat Blusukan
Baca dalam 60 detik
- PSI meminta Jokowi mengklarifikasi status politiknya sebagai kader partai saat blusukan ke Lampung, NTT, dan Sumatera Barat.
- Partai besutan putra bungsu Jokowi itu juga berharap mantan presiden menyatakan dukungan terbuka terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
- Blusukan yang dijadwalkan Juni ini menjadi ujian pertama bagi Jokowi dalam peran barunya sebagai politikus PSI di luar Istana.

Ketua DPP PSI Bidang Politik Bestari Barus menitipkan dua pesan kepada Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menjelang rencana blusukannya ke sejumlah daerah pada Juni mendatang. Permintaan itu disampaikan Bestari dalam wawancara dengan CNN Indonesia, Jumat (29/5), sebagai bagian dari strategi partai untuk mempertegas posisi Jokowi di panggung politik pasca-kepresidenan.
Bestari mengungkapkan bahwa Jokowi sebelumnya telah menyatakan niatnya untuk kembali menyapa masyarakat dan memenuhi undangan yang terus mengalir setelah ia tidak lagi menjabat presiden. Namun, PSI menilai momentum ini perlu dimanfaatkan untuk mengklarifikasi status politik Jokowi yang kini resmi menjadi kader partai berlambang mawar tersebut.
Pesan pertama yang dititipkan Bestari adalah agar Jokowi secara terbuka menyampaikan kepada masyarakat bahwa dirinya kini merupakan politikus PSI, bukan lagi kader PDIP seperti saat ia menjabat presiden selama dua periode. "Bahwa beliau sekarang sudah bersama PSI. Tidak lagi bersama partai lama, PDIP. Itu penting untuk dimasukkan supaya masyarakat jelas," kata Bestari. Langkah ini dinilai krusial untuk menghindari ambiguitas di tengah publik yang masih mengaitkan Jokowi dengan partai banteng.
Pesan kedua, PSI berharap Jokowi menegaskan dukungannya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Rakaโputra sulung Jokowi sendiri. Menurut Bestari, pernyataan tersebut akan memperkuat legitimasi koalisi pemerintahan dan sekaligus menegaskan posisi PSI sebagai bagian dari pendukung kabinet. "Bahwa ke depan ini Jokowi adalah PSI, dan PSI mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran," ujarnya.
Blusukan ini akan menjadi agenda pertama Jokowi setelah lengser dari Istana. Tiga daerah yang telah ditetapkan sebagai tujuan awal adalah Lampung, NTT, dan Sumatera Barat. Dalam kunjungan tersebut, Jokowi dijadwalkan bertemu dengan masyarakat, relawan, serta pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI setempat. "Beliau akan menyambangi mereka yang pernah bersinggungan, termasuk menyempatkan mengunjungi DPD-DPD PSI untuk memberikan motivasi," kata Bestari.
Langkah Jokowi blusukan ke daerah-daerah yang notabene merupakan basis pemilih PDIP di masa lalu menimbulkan pertanyaan tentang dinamika politik lokal. Pengamat politik menilai bahwa pernyataan tegas mengenai afiliasi partai menjadi penting untuk menghindari gesekan dengan kader PDIP di akar rumput. Sementara itu, dukungan terhadap Prabowo-Gibran juga dianggap sebagai sinyal bahwa Jokowi tidak akan menjadi oposisi di luar pemerintahan.
Ke depan, publik akan mengamati apakah Jokowi benar-benar mampu melepaskan diri dari bayang-bayang PDIP dan menjalankan peran barunya sebagai juru kampanye PSI. Pertanyaan yang mengemuka: sejauh mana pengaruh Jokowi masih efektif di daerah-daerah yang selama ini menjadi lumbung suara partai berlambang banteng?

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7517505/original/005753100_1780289766-Hasto.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7511706/original/010647000_1780283924-IMG_0728.jpeg)