Alphonso Davies Tetap Dibawa ke Piala Dunia 2026 Meski Cedera, Kanada Optimistis
Baca dalam 60 detik
- Kanada mengumumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026, dengan Alphonso Davies tetap masuk skuad meski mengalami cedera hamstring.
- Pelatih Jesse Marsch mengandalkan kombinasi pemain senior dan naturalisasi baru, termasuk Promise David yang pulih dari cedera pinggul.
- Persaingan kiper utama antara Maxime Crepeau dan Dayne St. Clair akan diputuskan setelah laga uji coba melawan Uzbekistan.
Kanada tetap membawa bintang Bayern Munich, Alphonso Davies, ke Piala Dunia 2026 meski pemain berusia 24 tahun itu masih dibekap cedera hamstring. Davies dijadwalkan baru bergabung dengan skuad pada 31 Mei setelah menjalani perawatan di Jerman, dan kemungkinan besar absen pada laga pembuka melawan Bosnia dan Herzegovina di Toronto Stadium, 12 Juni.
Pelatih Jesse Marsch mengumumkan 26 pemain yang akan membela tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Meksiko di Grup B. Selain Bosnia, Kanada akan menghadapi Qatar dan Swiss. Keputusan membawa Davies dianggap berisiko, namun Marsch menilai pengalaman dan mentalitas pemain berusia 24 tahun itu terlalu berharga untuk ditinggalkan. โDia adalah pemimpin kami, baik di dalam maupun luar lapangan,โ ujar Marsch dalam konferensi pers.
Skuad Kanada menunjukkan keseimbangan antara veteran Piala Dunia 2022 seperti Jonathan David dan Cyle Larin, serta pemain naturalisasi baru yang diproses dalam dua tahun terakhir. Di lini belakang, nama-nama seperti Alfie Jones, Luc de Fougerolles, dan Niko Sigur menjadi andalan. Sementara di lini depan, Promise David menjadi cerita menarik. Penyerang Royale Union Saint-Gilloise itu nyaris menyerah setelah cedera pinggul serius mengancam partisipasinya di Piala Dunia. โSaya pikir tidak mungkin masuk skuadโฆ saya sudah menyerah,โ kata David kepada TSN. Namun, Marsch meyakinkannya dan memberikan waktu pemulihan ekstra.
Di lini tengah, nama Ali Ahmed mencuri perhatian. Gelandang Norwich City itu enam tahun lalu nyaris meninggalkan sepak bola setelah gagal dalam trial di klub-klub non-liga Inggris seperti Enfield Town, Cheshunt FC, dan Tooting & Mitcham United. Kini, ia menjadi salah satu dari sepuluh gelandang yang dipanggil Marsch. โPerjalanannya luar biasa, ia adalah contoh ketekunan,โ kata Marsch.
Persaingan kiper utama masih menjadi teka-teki. Marsch belum memutuskan antara Maxime Crepeau (Orlando City) dan Dayne St. Clair (Inter Miami). Keputusan akan diambil setelah laga uji coba melawan Uzbekistan pada 1 Juni. Crepeau, yang melewatkan Piala Dunia 2022 karena patah kaki, mengaku siap bersaing secara sehat. โApa pun keputusannya, kami akan saling mendukung,โ ujarnya.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menarik karena Kanada akan menjadi salah satu lawan potensial jika Garuda berhasil lolos ke Piala Dunia 2026. Dengan format 48 tim, peluang Indonesia untuk tampil di ajang ini semakin terbuka. Skuad Kanada yang diisi pemain-pemain tangguh seperti Davies dan David menjadi gambaran level persaingan yang harus dihadapi. Selain itu, kisah Promise David dan Ali Ahmed bisa menjadi inspirasi bagi pemain muda Indonesia yang kerap menghadapi kendala cedera atau minimnya kesempatan trial di luar negeri.
Marsch menegaskan bahwa skuad ini masih bersifat sementara hingga batas akhir penyerahan daftar pemain ke FIFA pada 2 Juni. Dengan jadwal padat dan cedera yang mengintai, keputusan akhir bisa berubah. Pertanyaan besarnya: akankah Davies cukup pulih untuk tampil penuh, atau justru menjadi pemain cadangan yang hanya dimainkan jika darurat?



