Lopetegui Umumkan Skuad Qatar untuk Piala Dunia 2026, Almoez Ali Jadi Andalan
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Qatar, Julen Lopetegui, memanggil 26 pemain untuk Piala Dunia 2026, termasuk pencetak gol terbanyak sepanjang masa Almoez Ali.
- Dua pemain kunci, Niall Mason dan Sebastian Soria, tidak masuk skuad final meski sempat masuk daftar awal.
- Qatar akan menghadapi Swiss, Kanada, dan Bosnia-Herzegovina di fase grup, dengan target memperbaiki penampilan buruk pada edisi 2022.

Julen Lopetegui, pelatih asal Spanyol yang pernah dipecat dua hari sebelum Piala Dunia 2018 saat menangani timnas negaranya, kini mengumumkan skuad Qatar untuk Piala Dunia 2026. Dalam daftar 26 pemain yang dirilis, nama Almoez Ali—pencetak gol terbanyak sepanjang masa Qatar dengan 60 gol dalam 126 penampilan—tetap menjadi ujung tombak utama.
Lopetegui, yang ditunjuk sebagai pelatih Qatar pada Mei 2025, membawa sembilan pemain depan dalam skuadnya. Selain Ali, dua kali Pemain Terbaik Asia Akram Afif juga masuk dalam daftar. Keduanya diharapkan menjadi motor serangan Qatar yang pada Piala Dunia 2022 menjadi tuan rumah pertama yang kalah di semua pertandingan grup.
Keputusan mengejutkan datang dari tidak disertakannya bek Niall Mason, pemain kelahiran Brighton yang sempat masuk skuad awal. Mason, yang pernah bermain untuk Doncaster dan Peterborough, tidak mendapat tempat di tim final. Selain itu, striker veteran Sebastian Soria yang berusia 42 tahun dan telah mencetak 39 gol untuk Qatar juga dicoret.
Qatar tergabung dalam Grup C bersama Swiss, Kanada (tuan rumah bersama), dan Bosnia-Herzegovina. Laga pertama akan dimainkan di Santa Clara melawan Swiss pada 13 Juni, kemudian menghadapi Kanada di Vancouver, dan ditutup melawan Bosnia-Herzegovina di Seattle. Dengan format baru yang melibatkan tiga tuan rumah, persaingan grup diprediksi ketat.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, skuad Qatar ini menarik untuk diikuti karena beberapa pemainnya pernah tampil di Liga Champions Asia melawan klub-klub Indonesia. Selain itu, performa Qatar di Piala Dunia 2026 bisa menjadi tolok ukur perkembangan sepak bola Asia, mengingat Indonesia juga tengah berupaya meningkatkan kualitas timnas.
Lopetegui sendiri memiliki pengalaman melatih di level tertinggi, termasuk menangani Real Madrid, Wolverhampton, dan West Ham. Ia diharapkan bisa membawa perubahan taktik yang lebih solid dibandingkan saat Qatar tampil buruk pada edisi sebelumnya. Namun, tantangan besar menanti karena lawan-lawan di grup memiliki kualitas yang lebih mapan.
Pertanyaan besarnya: mampukah Lopetegui membawa Qatar meraih kemenangan pertama di Piala Dunia, atau sejarah buruk tuan rumah akan terulang?



