Krisis AC Milan Memuncak, Juventus Incar Kolo Muani: Dinamika Panas Bursa Transfer Serie A
Baca dalam 60 detik
- AC Milan tengah dilanda kekacauan internal menyusul pertemuan krusial dengan pelatih dan potensi kepergian sejumlah pemain bintang seperti Rafael Leao dan Mike Maignan.
- Juventus kembali membidik Randal Kolo Muani dari PSG dengan banderol β¬30 juta, sementara negosiasi kontrak Dusan Vlahovic terhambat permintaan gaji tinggi.
- Komentar pedas asisten pelatih Napoli, Cristian Stellini, terhadap Kevin De Bruyne memicu perdebatan soal peran pemain senior di klub.

Kekacauan di internal AC Milan mencapai titik puncak menjelang pekan penentu bagi masa depan pelatih mereka. Di tengah spekulasi kepergian sejumlah pilar tim, klub asal Lombardy itu harus menghadapi kenyataan pahit: skuad utama berpotensi kehilangan beberapa nama besar dalam waktu bersamaan.
Rafael Leao dikabarkan telah mengucapkan salam perpisahan, sementara Adrien Rabiot dan Luka Modric masih mempertimbangkan langkah serupa. Kiper utama Mike Maignan pun mulai melirik opsi lain. Situasi ini memaksa manajemen untuk bergerak cepat, dengan nama Arne Slot muncul sebagai kandidat pelatih jika Ralf Rangnick gagal mencapai kesepakatan dengan federasi Austria dan Oliver Glasner.
Di kubu Juventus, fokus tertuju pada upaya mendatangkan Randal Kolo Muani dari Paris Saint-Germain. Striker asal Prancis itu kembali ke PSG setelah masa pinjaman yang mengecewakan di Tottenham Hotspur. Dengan harga β¬30 juta, kehadirannya diharapkan memuaskan semua pihak. Namun, rencana ini terganjal oleh situasi kontrak Dusan Vlahovic yang mengalami kebuntuan. Tuntutan gaji tinggi pemain Serbia itu dinilai berlebihan, sehingga Juventus mulai mencari alternatif.
Persaingan di papan atas Serie A kian memanas. Aston Villa dilaporkan tertarik pada bek sayap Oscar Mingueza, sementara Daniele Rugani kembali ke Juventus dengan status yang belum jelas. Di sisi lain, pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini berupaya mempertahankan pemain kuncinya dengan menawarkan peran sebagai direktur di masa depan.
Komentar pedas Cristian Stellini, asisten pelatih Napoli, terhadap Kevin De Bruyne menambah bumbu persaingan. Stellini menilai pemain berusia 33 tahun itu tidak memberikan dampak positif di ruang ganti. "Jika pemain senior datang, penting bagi mereka setidaknya menjadi panutan, seperti yang dilakukan Luka Modric di Milan. Hasil lebih penting daripada estetika," ujarnya. Kritik ini memicu perdebatan tentang peran pemain bintang di klub-klub besar Italia.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, dinamika ini menarik karena beberapa pemain yang disebutkan sempat dikaitkan dengan klub-klub Asia. Kepergian mereka dari Eropa bisa membuka peluang bagi pasar sepak bola Asia, termasuk Indonesia, untuk mendatangkan pemain bintang yang masih memiliki daya jual tinggi. Namun, prioritas saat ini adalah bagaimana klub-klub Serie A menyelesaikan kekacauan internal mereka sebelum jendela transfer ditutup.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: mampukah AC Milan mempertahankan inti skuadnya di tengah gejolak ini? Atau justru Juventus yang akan memanfaatkan situasi untuk merebut posisi puncak? Satu hal yang pasti, bursa transfer Serie A musim panas ini akan menjadi salah satu yang paling sengit dalam beberapa tahun terakhir.



