Bologna Segel Kedatangan Tedesco: Pelatih Berlisensi Italia Siap Gantikan Italiano
Baca dalam 60 detik
- Bologna dikabarkan segera menunjuk Domenico Tedesco sebagai pelatih baru setelah ia mencapai kesepakatan pemutusan kontrak dengan Fenerbahce.
- Tedesco, yang pernah menukangi timnas Belgia dan RB Leipzig, akan menandatangani kontrak dua tahun plus opsi perpanjangan.
- Kepergian Vincenzo Italiano setelah dua musim sukses membuka jalan bagi Tedesco untuk membangun era baru di Stadio Renato Dall'Ara.

Bologna dikabarkan hampir pasti menunjuk Domenico Tedesco sebagai pelatih kepala anyar mereka. Langkah ini terwujud setelah pelatih berusia 40 tahun itu menyelesaikan negosiasi pemutusan kontrak secara damai dengan Fenerbahce, klub Turki yang ia tangani sejak musim panas lalu.
Keputusan Bologna mencari nakhoda baru tak lepas dari hengkangnya Vincenzo Italiano. Selama dua musim, Italiano sukses mempersembahkan trofi Coppa Italia dan mengantarkan tim ke fase gugur Liga Europa. Namun, kontraknya tidak diperpanjang, membuka celah bagi Tedesco untuk mengisi kursi kosong di Stadio Renato Dall'Ara.
Menurut laporan Sportitalia, Tedesco telah merampungkan detail akhir pemisahan dengan Fenerbahce melalui kesepakatan bersama. Ia kini siap meneken kontrak berdurasi dua tahun di Bologna, dengan opsi perpanjangan satu musim tambahan. Kepastian ini menandai babak baru bagi klub Serie A yang tengah membangun kembali identitas permainan.
Meski lahir di Italia, Tedesco menghabiskan masa kecil di Jerman dan memulai karier kepelatihan di akademi Stuttgart serta Hoffenheim. Klub senior pertamanya adalah Erzgebirge Aue pada 2017, sebelum melompat ke Schalke 04, Spartak Moskow, RB Leipzig, dan terakhir menukangi tim nasional Belgia dari 2023 hingga 2025. Di Fenerbahce, ia hanya bertahan semusim dan finis sebagai runner-up di belakang rival abadi Galatasaray, dengan catatan 26 kemenangan, 12 hasil imbang, dan tujuh kekalahan di semua kompetisi.
Bagi pengamat sepak bola Italia, kedatangan Tedesco dianggap sebagai langkah berani Bologna. Klub yang identik dengan pengembangan pemain muda ini mendapatkan figur yang dikenal mampu memadukan disiplin taktik Jerman dengan sentuhan teknis Italia. Namun, tantangan terbesarnya adalah membangun kembali konsistensi setelah era Italiano yang penuh trofi.
Di Indonesia, pergerakan bursa pelatih Serie A selalu menarik perhatian, terutama bagi penggemar yang mengikuti perkembangan taktik Eropa. Tedesco, dengan latar belakang multikulturalnya, bisa menjadi contoh bagaimana pelatih diaspora Italia sukses di luar negeri. Jika Bologna mampu bersaing di papan atas musim depan, bukan tidak mungkin namanya akan lebih sering disebut dalam diskusi taktik di Tanah Air.
Pertanyaan selanjutnya: mampukah Tedesco mengulang kesuksesan Italiano dan membawa Bologna ke level berikutnya? Atau justru tekanan di Serie A akan menjadi ujian terberat dalam kariernya?



