Jalan Amblas di Lenteng Agung: Dishub Jakarta Terapkan Rekayasa Lalu Lintas, Simak Rute Alternatif
Baca dalam 60 detik
- Amblesnya dua lajur Jalan Lenteng Agung Raya memicu kemacetan parah menuju Depok dan UI, Dishub DKI segera mengalihkan arus kendaraan.
- Kendaraan roda dua masih bisa melintas di lajur kanan, sementara mobil pribadi dan kendaraan besar diarahkan ke jalur alternatif seperti Tol Desari dan Jagorawi.
- Dugaan sementara penyebab amblas adalah gangguan saluran air di bawah badan jalan; perbaikan darurat dengan coldmix telah dilakukan sejak Rabu (27/5).

Amblesnya ruas Jalan Lenteng Agung Raya di Jakarta Selatan memaksa Dinas Perhubungan DKI Jakarta menerapkan pengalihan arus lalu lintas secara besar-besaran, Jumat (29/5), guna mengurai kepadatan yang mengular hingga ke arah Depok dan sekitarnya.
Kerusakan yang terjadi di dekat Gang Empang, tepat di depan Bengkel Alpino Knalpot, melahap dua lajur jalan dan membuat kendaraan roda empat tidak bisa melintas langsung. Pelaksana Harian Kepala Dishub DKI Jakarta, Ujang Hermawan, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul dan menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas dilakukan demi keselamatan pengguna jalan.
Bagi pengendara roda dua, Dishub masih mengizinkan melintas di lajur paling kanan Jalan Lenteng Agung Raya. Namun, jika kepadatan meningkat, petugas akan mengalihkan secara situasional melalui Jalan Gardu, Jalan H. Shibi IV, Jalan H. Shibi II, Jalan H. Shibi, hingga keluar menuju Jalan Akses UI. Sementara itu, kendaraan roda empat yang menuju UI atau Depok diminta memutar balik di Perlintasan KA Universitas Pancasila (JPL 23), lalu melanjutkan perjalanan via Jalan Lenteng Agung Barat, Jalan Kahfi II, Jalan Tanah Baru, hingga Depok Sawangan.
Untuk kendaraan bertonase besar, pengalihan dilakukan dari Simpang Jalan TB Simatupang: ke arah barat melalui Jalan Tol Desari, atau ke arah timur melalui Jalan Raya Bogor maupun Jalan Tol Jagorawi. Langkah ini diharapkan mengurangi beban lalu lintas di titik amblas sekaligus mempercepat proses perbaikan.
Menurut Ujang, pihaknya bersama instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan penanganan berjalan lancar. Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan telah melakukan penanganan awal dengan aspal dingin (coldmix) sejak Rabu (27/5), dan tengah berkoordinasi dengan Suku Dinas Sumber Daya Air untuk menyelidiki dugaan penyebab amblas yang dipicu gangguan saluran air di bawah badan jalan.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya pemeliharaan infrastruktur perkotaan, terutama di musim hujan ketika saluran air kerap tersumbat dan melemahkan struktur jalan. Apakah perbaikan permanen akan segera dilakukan atau justru ada titik rawan lain yang perlu diwaspadai? Warga dan pengguna jalan diharapkan tetap waspada serta mematuhi arahan petugas di lapangan.



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7438136/original/047766900_1780214462-Ombak_Bali.jpeg)