Putra Bojan Hodak Bela Malaysia U-19 di Piala AFF 2026: Antara Nama Besar dan Pembuktian
Baca dalam 60 detik
- Luka Jordy Hodak, putra pelatih legendaris Persib, dipanggil memperkuat Timnas Malaysia U-19 di Piala AFF 2026 yang digelar di Medan.
- Bojan Hodak menegaskan putranya harus membuktikan diri tanpa perlakuan istimewa, meski ia bangga dengan pencapaian tersebut.
- Di sisi lain, Bojan baru saja mundur sebagai pelatih Persib setelah membawa klub meraih hattrick juara Liga Indonesia.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4848469/original/046498400_1717119903-20240530BL_OT_Persib_13.JPG)
Piala AFF U-19 2026 yang akan digelar di Medan, Sumatra Utara, pada 1β14 Juni mendatang menyajikan cerita menarik: putra dari pelatih tersukses Persib Bandung, Bojan Hodak, resmi memperkuat Timnas Malaysia U-19. Namun, sang ayah menegaskan bahwa nama besar bukanlah tiket otomatis untuk bermain.
Luka Jordy Hodak, pemain berusia 17 tahun kelahiran Damansara, Malaysia, saat ini membela NK Trnje FC di Liga Kroasia. Ia dipanggil untuk bergabung dengan skuad Harimau Muda yang tergabung di Grup B bersama Thailand, Singapura, dan Brunei Darussalam. Sementara Grup A dihuni tuan rumah Indonesia, Vietnam, Myanmar, dan Timor Leste.
Bagi Bojan Hodak, pemanggilan ini adalah kebanggaan sekaligus ujian. Dalam wawancara dengan The Star, ia menekankan bahwa Luka harus mendapatkan tempatnya berdasarkan kemampuan, bukan karena status sebagai anak pelatih. "Saya tidak ingin siapa pun memandangnya berbeda. Dia hanyalah salah satu pemain di sana," ujar pelatih asal Kroasia itu.
Bojan juga mengingatkan bahwa Luka masih dalam tahap perkembangan fisik dan satu tahun lebih muda dari rekan-rekannya di skuad U-19. "Dia sedikit terlambat dalam perkembangan dan masih bertubuh kecil. Ini akan menjadi pengalaman berharga untuk masa depannya," katanya. Lingkungan sepak bola Kroasia diyakini telah membentuk mentalitas dan teknik Luka, namun adaptasi di level internasional tetap menjadi tantangan.
Kisah Luka menjadi sorotan di tengah hiruk-pikuk sepak bola Asia Tenggara yang tengah mempersiapkan regenerasi pemain. Bagi Indonesia, kehadiran putra Bojan Hodak di kubu Malaysia menambah bumbu rivalitas, mengingat sang ayah adalah ikon Persib yang baru saja mengundurkan diri. Bojan memutuskan mundur setelah mengantarkan Maung Bandung meraih hattrick gelar juara BRI Super League 2025/2026. Ia kini beralih peran menjadi shareholder group technical advisor untuk menjaga kesinambungan prestasi klub.
Keputusan Bojan untuk tidak lagi menjadi pelatih kepala mengejutkan banyak pihak, namun ia tetap menjadi bagian penting dari struktur klub. Sementara itu, Luka harus membuktikan bahwa dirinya layak mengenakan jersei Malaysia tanpa bayang-bayang nama besar ayahnya. Pertanyaannya, mampukah ia bersinar di turnamen yang juga akan dihadiri oleh tim-tim kuat seperti Thailand dan Vietnam?



