Prabowo Ancamkan Birokrasi Berbelit: Pamong Praja Muda Harus Layani Rakyat dengan Integritas
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo secara langsung mengingatkan para pamong praja muda untuk meninggalkan praktik birokrasi yang rumit dan mengutamakan pelayanan yang cepat serta bersih.
- Seruan tersebut merupakan penekanan bahwa penilaian masyarakat terhadap negara bergantung pada sikap dan integritas aparatur di lapangan.
- Ke depannya, pamong praja diharapkan menjadi ujung tombak pembangunan yang jujur, disiplin, dan antikorupsi.

Dalam pelantikan pamong praja muda di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Sumedang, Rabu (12/3), Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan tegas: birokrasi yang berbelit-belit tak boleh lagi menjadi tabiat aparatur negara. Ia meminta para calon pemimpin birokrasi itu mengutamakan pelayanan prima kepada masyarakat sebagai cerminan kredibilitas negara.
Menurut Presiden, rakyat tidak membutuhkan pemimpin yang bekerja setengah hati atau prosedur yang mempersulit urusan mereka. โRakyat kita tidak membutuhkan birokrasi yang berbelit-belit. Rakyat kita tidak perlu pemimpin-pemimpin yang tidak bekerja dengan sebaik-baiknya,โ tegas Prabowo di hadapan ribuan peserta pelantikan. Ia menambahkan, yang diperlukan adalah aparatur yang jujur, disiplin, bersih dari korupsi, berani mengambil keputusan, dan selalu hadir saat rakyat membutuhkan.
Prabowo mengingatkan bahwa kepercayaan publik terhadap negara diukur dari interaksi langsung dengan pamong praja. โRakyat yang akan merasakan apakah negara peduli dengan rakyatnya atau tidak. Dari keputusan-keputusan saudara, rakyat akan menilai apakah negara layak dipercaya,โ ujarnya. Pelayanan yang buruk, kata dia, dapat menggerus kepercayaan yang telah dibangun, sementara pelayanan yang baik akan memperkuat legitimasi negara.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengikat pesan dengan tanggung jawab besar yang diemban pamong praja sebagai ujung tombak pembangunan. โSaudara harus jadi pemimpin-pemimpin yang terbaik. Saudara adalah penggerak birokrasi pemerintahan, penentu keberhasilan pembangunan di lapangan,โ kata Prabowo. Ia menekankan bahwa integritas menjadi modal utama dalam menjalankan tugas, karena tanpa integritas, seluruh program pembangunan bisa kehilangan arah.
Peringatan Presiden ini datang di tengah upaya pemerintah mempercepat reformasi birokrasi dan memberantas korupsi. Sejumlah lembaga survei mencatat, kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah masih rentan tergerus oleh praktik pungli dan pelayanan yang lambat. Dengan arahan langsung kepada calon pemimpin birokrasi, Prabowo berharap generasi pamong praja baru dapat menjadi agen perubahan yang membawa budaya pelayanan yang lebih responsif dan bebas dari hambatan administratif.
Ke depan, keberhasilan pamong praja dalam menerapkan nilai-nilai tersebut akan diuji melalui implementasi kebijakan di daerah. Akankah mereka mampu memutus rantai birokrasi berbelit yang sudah mengakar? Jawabannya akan menentukan wajah pelayanan publik Indonesia dalam dekade mendatang.



