Buru Gelandang Multifungsi, Leeds United Incar 'Phillips Baru' dari Inter Milan
Baca dalam 60 detik
- Leeds United membuka negosiasi dengan Inter Milan untuk merekrut Petar Sucic, gelandang serba bisa asal Kroasia berusia 22 tahun, dengan nilai transfer mencapai £34 juta.
- Manajer Daniel Farke mengincar tipikal pemain seperti Kalvin Phillips yang mampu berkontribusi di semua fase permainan, melengkapi lini tengah yang sudah ada.
- Kesuksesan Leeds di bursa transfer musim panas ini menjadi tolok ukur ambisi mereka untuk tidak sekadar bertahan di Premier League, sebuah pelajaran bagi klub-klub Indonesia dalam membangun skuad kompetitif.

Leeds United menunjukkan ambisi besarnya di bursa transfer musim panas ini dengan mengincar Petar Sucic, gelandang muda Inter Milan yang dianggap memiliki profil mirip Kalvin Phillips—mantan bintang mereka yang kini berseragam Manchester City.
Pelatih Daniel Farke sejak akhir musim lalu sudah menegaskan tidak ingin berpuas diri dengan sekadar bertahan dari degradasi. Manajemen klub pun merespons dengan bergerak cepat. Setelah mendatangkan Harry Wilson dari Fulham, Tarik Muharemovic dari Sassuolo dengan banderol £34 juta, dan hampir merampungkan transfer James Trafford dari Manchester City senilai £40 juta, kini perhatian beralih ke lini tengah.
Menurut edisi cetak Corriere dello Sport, Leeds sudah menghubungi Inter untuk membahas kemungkinan transfer Petar Sucic. Klub asal Yorkshire itu harus merogoh kocek hingga £34 juta untuk memboyong pemain berusia 22 tahun tersebut. Namun, raksasa Serie A itu disebut belum berniat melepas Sucic pada musim panas ini. Leeds harus bekerja keras meyakinkan Inter agar melepas gelandang Kroasia tersebut.
Langkah agresif Leeds di bursa transfer—terutama setelah diakuisisi oleh 49ers Enterprises—menunjukkan keseriusan mereka bersaing di papan atas. Keputusan mendekati Inter untuk pemain semahal itu menjadi bukti bahwa ambisi Leeds tidak main-main. Fenomena ini menarik diamati oleh pecinta sepak bola Indonesia, yang kerap menyaksikan klub-klub Premier League berbelanja pemain bintang. Namun, yang lebih penting adalah cara Leeds membangun keseimbangan skuad: mereka mencari gelandang serba bisa yang bisa menjadi jembatan antara pemain bertahan murni seperti Ethan Ampadu dan gelandang ofensif seperti Anton Stach.
Profil Sucic memang mengingatkan pada Kalvin Phillips saat masih berseragam Leeds. Phillips adalah tipe gelandang yang kreatif, agresif, kuat, dan halus dalam mengolah bola. Kualitas itulah yang membuatnya direkrut Manchester City seharga £45 juta pada 2022. Kini, Farke menginginkan pemain dengan spektrum kemampuan serupa untuk menjadi 'Phillips baru' di Elland Road. Data menunjukkan Sucic unggul sebagai ancaman serangan, pengatur tempo, penggiring bola, dan gelandang bertahan. Ia bisa menjadi solusi untuk mengisi celah di antara Ampadu dan Stach.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Leeds ini memberikan gambaran bagaimana klub dengan ambisi besar membangun kedalaman skuad. Tidak sekadar membeli pemain mahal, tetapi mencari profil yang tepat untuk mengisi peran spesifik. Di Indonesia, budaya transfer yang kerap impulsif—mendatangkan pemain tanpa pertimbangan taktik—bisa belajar dari pendekatan Leeds. Farke jelas menginginkan gelandang yang bisa 'melakukan segalanya', bukan sekadar nama besar.
Meski Inter enggan melepas, Leeds tetap optimistis. Keberhasilan meyakinkan Inter akan menjadi ujian bagi daya tarik proyek Leeds di mata pemain top Eropa. Sucic sendiri sudah membuktikan kualitasnya di Serie A dan Piala Dunia. Pertanyaannya, apakah Leeds mampu memberikan jaminan menit bermain dan visi jangka panjang yang cukup untuk membuat Inter melunak? Atau justru akan muncul klub lain yang siap menebusnya dengan harga lebih tinggi? Jawabannya akan menentukan warna bursa transfer musim panas ini, sekaligus nasib lini tengah Leeds di Premier League.



